Marinir TNI AL Lacak Keberadaan Musuh dengan Ilmu 'Sanjak'

Jakarta, IDM – Regu pandu tempur Batalyon Infanteri (Yonif) 5 Marinir melaksanakan latihan 'mengesan jejak' (sanjak) untuk mengasah naluri kemampuan berperang, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/6).
Komandan Yonif 5 Marinir Letkol (Mar) Ahmad Fauzi, menjelaskan sanjak adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas di medan operasi, seperti melacak keberadaan musuh.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan 220 Prajurit pada Latma Malindo Jaya di Malaysia
"Prajurit dituntut mampu menganalisis dan memperkirakan jejak-jejak mencurigakan terhadap pergerakan musuh serta segala hal yang dapat menguntungkan tim dan satuan sendiri," ujar Ahmad, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Sabtu (15/6).

Ia menilai dengan kemampuan sanjak yang bagus, maka seorang prajurit senantiasa akan berhati-hati dalam setiap pergerakan pada saat melaksanakan tugas.
Baca Juga: Perwira Baru TNI AD Harus Jadi Agen Perubahan dengan Kembangkan Inovasi
"Sanjak jadi salah satu materi pokok yang harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap prajurit Yonif 5 Marinir," kata Ahmad.
"Pada ilmu sanjak, para prajurit dituntut mampu memadukan aspek tempur dan intelijen sehingga dapat menunjang keberhasilan dalam melaksanakan tugas di medan operasi," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































