HANKAM

Latma Orruda: Indonesia Kerahkan 2 Kapal Perang, Rusia Kirim 3 Korvet

Latma Orruda
KRI I Gusti Ngurah Rai-332. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) akan mengerahkan sejumlah kapal perangnya untuk terlibat dalam latihan perdana kedua negara bernama "Orruda" yang dijadwalkan pada awal November, di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengungkapkan TNI AL menyiapkan dua kapal perang (KRI) yang terdiri dari jenis fregat dan korvet.

"Alutsista yang akan dikerahkan TNI AL dalam latihan bersama (latma) Orruda, antara lain KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Frans Kaisiepo-368," ungkap Wira dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (23/10).

Baca Juga:  TNI AL Sosialisasi Tapal Batas RI-Australia Demi Keselamatan Nelayan Saumlaki

Selain dua unsur kapal perang, TNI AL juga menyiapkan satu unsur udara dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yaitu helikopter anti-kapal selam AS565 MBe atau lazim disebut "Panther".

Sementara Angkatan Laut Rusia mengirimkan tiga kapal perang jenis korvet, yaitu RFS Sovershennyy, RFS Gromky, dan RFS Aldar Tsydenzhapov serta satu kapal tanker laut berukuran sedang RFS Pechenga.

Latma Orruda, Angkatan Laut Rusia
Korvet milik Angkatan Laut Rusia RFS Sovershennyy. (Foto: Dok. Dispenal)

"Selain itu, Russian Navy juga menurunkan helikopter KA-27 dan tug salvage (kapal tunda penyelamat) Alatau," lanjutnya.

Wira mengatakan, angkatan laut kedua negara itu direncanakan menjalani latma Orruda selama 5 hari, yakni pada 4-8 November yang dilaksanakan di wilayah Koarmada II, Surabaya.

Baca Juga:  Rapat Perdana, Menhan Sjafrie Tegaskan Lanjutkan Kebijakan Pertahanan Presiden Prabowo

"Latihan akan terbagi atas dua tahapan (phase), yaitu tahap pangkalan (harbor phase) dan tahap laut (sea phase)" kata Wira.

Adapun Orruda merupakan latihan Operasi Militer Perang (OMP) perdana yang merupakan hasil kesepakatan dalam pertemuan Navy to Navy Talks (NTNT) pertama, pada 2018 antara TNI AL dengan Angkatan Laut Rusia.

Nama Orruda sendiri adalah kombinasi dari simbol nasional kedua negara, yaitu Orel nama hewan burung elang dalam bahasa Rusia dan Garuda dalam bahasa Indonesia.

Sebelumnya, Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo memimpin paparan rencana latma Orruda, di Surabaya, Selasa (22/10).

Baca Juga:  Prajurit Pandawa Masih Berjaga di Ibu Kota Pasca Pelantikan Presiden dan Wakil

Pada kesempatan tersebut, Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan dan Komandan KRI Frans Kaisiepo Letkol Laut (P) Rivo De Havilland menjelaskan persiapan dan rencana menjelang pelaksanaan latma Orruda.

Dalam arahannya, Ariantyo mengingatkan para komandan untuk memastikan seluruh prajurit dan alutsista siap menghadapi latihan.

"Saya harap kalian memeriksa kembali semua kesiapan agar latihan berjalan lancar dan aman. Ingat, keamanan dan keselamatan harus selalu menjadi prioritas dalam setiap penugasan," tegasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.