Jakarta, IDM โ Kapal perang jenis patroli cepat 40 meter, KRI Butana-878 resmi memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V.
Penyerahan KRI Butana tersebut kepada Lantamal V tersebut dipimpin oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo kepada Komandan Lantamal V Laksamana Pertama Arya Delano, Surabaya, Senin (21/10).
Adapun KRI Butana adalah salah satu kapal produksi dalam negeri, yakni oleh PT Citra Shipyard yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, di Batam, pada Mei lalu.
Baca Juga: Belasan Pati TNI AU Mendapat Rotasi dan Mutasi Jabatan, Ini Nama-namanya
Dalam sambutannya, Ariantyo mengatakan KRI Butana diproyeksikan untuk mendukung tugas-tugas pokok Lantamal V dalam melaksanakan patroli keamanan laut serta operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah perairan Indonesia bagian tengah.
Ariantyo juga menyebut KRI Butana sebagai salah satu kapal patroli andalan yang akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan laut dari berbagai potensi ancaman dan pelanggaran sekaligus memperkuat koordinasi antara Koarmada II dan Lantamal V dalam menjaga kedaulatan laut nasional.
Baca Juga: Sosok Sjafrie Sjamsoeddin yang Kini Jabat Menteri Pertahanan Indonesia
“Dengan kehadiran KRI Butana, saya berharap kemampuan kita dalam mengamankan wilayah laut semakin meningkat sehingga tugas-tugas Lantamal V dapat terlaksana dengan lebih optimal,” ujar Ariantyo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
Pada akhir amanatnya, Ariantyo berpesan kepada komandan dan prajurit KRI Butana agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesionalisme.
“Rawat kapal ini dengan sepenuh hati, karena KRI Butana merupakan hasil dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat,” tegas Ariantyo.
Spesifikasi KRI Butana-878
Adapun pada Mei lalu, KSAL Laksamana Muhammad Ali meresmikan dua kapal patroli cepat 40 meter KRI Butana-878 dan KRI Selar-879 di Batam.
Baca Juga: Brigjen Marinir Samson Sitohang, dari Dankodikmar Jadi Wadan Paspampres
KRI Butana dan KRI Selar diperkuat dengan persenjataan utama satu unit meriam kaliber 30mm dan dua unit senjata mitraliur kaliber 12,7mm. Kedua kapal ini mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca baik penegakkan hukum di laut maupun misi search and rescue (SAR).
Kedua kapal tersebut memiliki spesifikasi teknis yaitu panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, draught 1,80 meter, kecepatan maksimum 24 knots, kecepatan jelajah 17 knots, dan menggunakan mesin pendorong pokok 2 unit MAN 12V175D-MM (3018 PS/2200 KW).
KRI Butana sendiri ditempatkan di Satrol Lantamal V, di Surabaya, Jawa Timur. Sementara, KRI Selar ditempatkan di Satrol Lantamal VIII, di Manado, Sulawesi Utara. (at)