Jakarta, IDM – Perdana Menteri Jepang dan Presiden Cina Xi Jinping melakukan pertemuan bilateral di Bangkok, Thailand, Kamis (17/11). Pertemuan ini merupakan yang pertama sejak 2019, menandakan keduanya sepakat untuk mempererat kerja sama demi membangun perdamaian regional.
Jepang dan Cina merupakan negara mitra yang tahun ini memperingati hubungan bilateral yang telah terjalin selama lima dekade. Dalam pertemuan ini, Kishida menyatakan kekhawatirannya terkait Kepulauan Senkaku atau Cina menyebutnya Diayou, sebuah pulau sengketa yang dikuasai oleh Jepang di Laut China Timur. Dimana, Cina melakukan aktivitas militer di sekitar territorial tersebut pada Agustus lalu. Meskipun begitu, Kishida menekankan bahwa Cina merupakan negara mitra penting bagi Jepang dan mereka dapat menghadapi perbedaan dengan baik.
โKedua negara adalah kekuatan besar dengan tanggung jawab penting bagi perdamaian dan kemakmuran masyarakat internasional. Penting bahwa kedua belah pihak mempercepat upaya mereka untuk membangun hubungan Jepang-China yang konstruktif dan stabil,โ ujar Kishida seperti dilansir Kyodo.
Baca: Filosofi Karpet Merah Seorang Menhan Prabowo Subianto
Menanggapi Kishida, Xi menekankan bahwa kedua belah pihak perlu menjadi mitra, bukan ancaman. Sebagai tetangga dekat dan negara-negara penting di Asia dan dunia, Cina dan Jepang memiliki banyak kepentingan bersama dan ruang yang luas untuk kerja sama.
โPentingnya hubungan China-Jepang tidak dan tidak akan berubah,โ ujar Xi seperti dilansir Fmprc.gov.cn. (bp)