Jelang KTT Perdamaian Ukraina, Serangan Siber Bertambah

Jakarta, IDM - Pemerintah Swiss mengalami peningkatan serangan siber dan disinformasi menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Ukraina yang akan digelar pada akhir pekan ini.
Sebanyak 90 negara dan organisasi telah mengkonfirmasi kehadirannya dalam KTT yang akan diadakan di sebuah resor dekat pusat Kota Lucerne pada 15-16 Juni. Tujuan dari KTT itu adalah untuk membahas langkah-langkah mengakhiri perang. Namun, Rusia tidak akan berpartisipasi.
Baca Juga: AS dan Ukraina Tandatangani Perjanjian Jangka Panjang, Jadi Jembatan Menuju Keanggotaan NATO
Dilansir dari CNA, Jumat (14/6), Pusat Keamanan Siber Nasional Swiss (The National Cyber Security Centre/NCSC) mengatakan serangan itu mayoritas berupa distributed denial of service (DDoS) yang menargetkan situs web dan server.
Pelaku di balik serangan ini membanjiri situs dengan fake traffic atau lalu lintas palsu, sehingga menganggu fungsionalitas situs web bahkan mampu melumpuhkan seluruh server.
“Serangan DDoS mengenai berbagai situs web pemerintah federal dan organisasi yang terlibat dalam KTT di Ukraina dimulai pagi ini. Operasi unit-unit yang terkena dampak tidak terpengaruh secara signifikan” kata NCSC.
Baca Juga: Tidak Libatkan Rusia, Korut Kritik Rencana KTT Perdamaian Ukraina di Swiss
Lebih lanjut, badan siber itu menyebut pihaknya sudah mengantisipasi serangan tersebut dan menjamin keamanan data maupun sistem tidak terancam.
"Para peretas menggunakan serangan siber itu untuk melancarkan manuver gangguan di dunia maya untuk menyebarkan pesan-pesan politik,” katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































