INTERNASIONAL

Ini Aliansi NATO, yang Diminta Trump Tambah Anggaran Hingga 5 Persen

Markas besar NATO.
Markas besar NATO di Ibu Kota Brussels, Belgia. (Foto: Dok. X/NATO)

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah menyerukan negara anggota bahwa sudah saatnya untuk beralih ke ‘pola pikir masa perang. Sebab, anggota NATO telah menghabiskan lebih dari 3% PDB untuk pertahanan selama Perang Dingin.

Sejak perang terbuka pecah antara Rusia dan Ukraina hampir tiga tahun lalu, NATO sepakat anggaran pertahanan minimum 2% dari PDB. Meskipun NATO memenuhi target itu secara kolektif, sekitar sepertiga anggotanya belum mencapai target secara individu.

Baca Juga: Israel Tegaskan UNRWA Harus Berhenti Beroperasi pada 30 Januari

Sekitar 23 negara telah memenuhi target pada tahun lalu dan jumlah ini sudah sangat jauh meningkat dibandingkan tahun 2014, yang hanya tiga negara memenuhinya.

Kendati demikian, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta negara-negara anggota NATO untuk menghabiskan minimal 5% dari PDB untuk pertahanan. Hal itu ia ungkapkan saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pada beberapa waktu lalu. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat target NATO saat ini sebesar 2%.

Baca Juga: Akibat Konflik, Satu Juta Anak di Gaza Butuh Dukungan Kesehatan Mental

Adapun, NATO dibentuk pada 4 April 1949 dengan 12 anggota, sebagai tanggapan atas kekhawatiran atas ancaman Uni Soviet terhadap kebebasan demokrasi Eropa. Aliansi ini memegang konsep pertahanan kolektif, yaitu gagasan bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua negara.

Seiring berkembangnya dinamika pertahanan, NATO dianggap mampu menjamin perdamaian, demokrasi dan kemakmuran bagi para anggotanya. Sehingga, anggotanya bertambah hingga kini berjumlah 32 negara. Finlandia dan Swedia menjadi merupakan anggota terbaru, yang memutuskan bergabung usai pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.