HANKAM

Hadapi Tantangan Geopolitik, KSAU Soroti Pentingnya Modernisasi Alutsista dan Penguatan Konsep IAADS

KSAU.
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono usai membuka Rapim TNI AU Tahun 2025 di Mabesau. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyoroti pentingnya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam upaya menghadapi tantangan geopolitik yang terus berkembang.

“Dalam konteks ini, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara berkelanjutan harus menjadi prioritas utama, yang tidak hanya memperlihatkan kekuatan pertahanan udara, tetapi memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas nasional dan juga tantangan geopolitik yang terus berkembang,” kata KSAU dalam sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU tahun 2025 yang digelar di Mabesau, Jakarta, Senin (3/2).

Baca Juga: Persiapan TNI AU Jelang Hadirnya Enam Pesawat Rafale di 2026, Perbaiki Fasilitas hingga Bangun Simulator

Di samping itu, penguatan konsep Indonesian Archipelagic Air Defence System (IAADS) disebut KSAU menjadi salah satu kunci jawaban dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Rapim TNI AU.
Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU tahun 2025 yang digelar di Mabesau. (IDM/Faisal Ramadhan)

IAADS merupakan sistem pertahanan udara yang terintegrasi serta tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan terdiri dari sejumlah aspek, seperti sensor system; command control; dan shooter.

Baca Juga: Jelang MNEK 2025, Pangkoarmada II Tinjau Pelabuhan Benoa dan Nusa Dua

Lebih lanjut, KSAU mengatakan bahwa peningkatan pemanfaatan electronic warfare (peperangan elektronik) maupun penguasaan kemampuan ruang dan siber diperlukan untuk menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks.

“Saya optimis dengan komponen kekuatan militer yang sistematis disertai dengan integrasi sistem berbasis teknologi terkini, TNI AU mampu mewujudkan defence supporting economy, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Maju,” pungkas KSAU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.