Sabtu, 5 April 2025

Gelar FGD, Kadispenau: Revitalisasi Muspusdirla menuju World Class Museum

Jakarta, IDM – Revitalisasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) dilakukan untuk menjadikan museum ini sebagai World Class Museum. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk menjadikan Muspusdirla semakin modern, informatif, dan menarik bagi para pengunjung dan masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (KSAU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Muspusdirla, di Muspusdirla, Yogyakarta, Kamis (8/12).

“Melalui Focus Group Discussion, Dispenau ingin mendapatkan masukan dalam merevitalisasi Muspusdirla sehingga dapat menjadi World Class Museum, mengingat koleksinya merupakan yang terlengkap di Asia Tenggara,โ€ ungkap Indan.

Revitalisasi Muspusdirla menuju World Class Museum
(Dok. Dispenau)

Dengan mengusung tema โ€œRevitalisasi Muspusdirla Menuju Museum Yang Informatif dan Modernโ€, FGD ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Praktisi Permuseuman UGM Sektiadi, Dosen Universitas Mercubuana Jakarta R. Bg. Ananta Hari Noorsasetya dan Sinang Aribowo dari komunitas Museum.

Dikutip dari Dispenau, Ananta Hari Noorsasetyo dalam paparannya yang berjudul “Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yang Ciamik”, mengungkapkan Muspusdirla memiliki nilai plus berupa rating tinggi di media sosial seperti FB, Google, dan Instagram, di samping bangunan yang terintegrasi dengan baik. Nilai plus itu sebut Ananta harus dimaksimalkan.

Adapun Sektiadi mengungkapkan penataan Muspusdirla yang modern membutuhkan sentuhan digital agar menarik pengunjung lebih banyak. โ€œPengembangan tema pameran, visualisasi pameran, penambahan sarana aktivitas edukasi serta peningkatan kegiatan kehumasan menjadi hal penting. Hal ini dimaksudkan agar Muspusdirla menjadi Lokomotif Permuseuman di Yogyakarta,โ€ ungkapnya.

Baca: Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan, KSAU Terima Courtesy Call KSAU Jepang

Selanjutnya, pemerhati museum Sinang Aribowo berfokus pada pentingnya pendokumentasian lahan dan koleksi. โ€œTata koleksi harus dirangkai dalam sebuah cerita, yang menonjolkan sisi heroisme TNI Angkatan Udara. Selain itu untuk menjadi museum kelas dunia, Muspusdirla harus benar-benar siap dari semua sisi, termasuk kerapian dan kenyamanan museum,โ€ jelas Sinang. (yas)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer

Bunker Jepang di Tengah Kota Yogyakarta

Cikal Bakal Sekolah Penerbang Maguwo

Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api