HANKAM

Gelar FGD, Kadispenau: Revitalisasi Muspusdirla menuju World Class Museum

Revitalisasi Muspusdirla menuju World Class Museum
(Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Revitalisasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) dilakukan untuk menjadikan museum ini sebagai World Class Museum. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk menjadikan Muspusdirla semakin modern, informatif, dan menarik bagi para pengunjung dan masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (KSAU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Muspusdirla, di Muspusdirla, Yogyakarta, Kamis (8/12).

"Melalui Focus Group Discussion, Dispenau ingin mendapatkan masukan dalam merevitalisasi Muspusdirla sehingga dapat menjadi World Class Museum, mengingat koleksinya merupakan yang terlengkap di Asia Tenggara,” ungkap Indan.

Revitalisasi Muspusdirla menuju World Class Museum
(Dok. Dispenau)

Dengan mengusung tema “Revitalisasi Muspusdirla Menuju Museum Yang Informatif dan Modern”, FGD ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Praktisi Permuseuman UGM Sektiadi, Dosen Universitas Mercubuana Jakarta R. Bg. Ananta Hari Noorsasetya dan Sinang Aribowo dari komunitas Museum.

Dikutip dari Dispenau, Ananta Hari Noorsasetyo dalam paparannya yang berjudul "Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yang Ciamik", mengungkapkan Muspusdirla memiliki nilai plus berupa rating tinggi di media sosial seperti FB, Google, dan Instagram, di samping bangunan yang terintegrasi dengan baik. Nilai plus itu sebut Ananta harus dimaksimalkan.

Adapun Sektiadi mengungkapkan penataan Muspusdirla yang modern membutuhkan sentuhan digital agar menarik pengunjung lebih banyak. “Pengembangan tema pameran, visualisasi pameran, penambahan sarana aktivitas edukasi serta peningkatan kegiatan kehumasan menjadi hal penting. Hal ini dimaksudkan agar Muspusdirla menjadi Lokomotif Permuseuman di Yogyakarta,” ungkapnya.

Baca: Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan, KSAU Terima Courtesy Call KSAU Jepang

Selanjutnya, pemerhati museum Sinang Aribowo berfokus pada pentingnya pendokumentasian lahan dan koleksi. “Tata koleksi harus dirangkai dalam sebuah cerita, yang menonjolkan sisi heroisme TNI Angkatan Udara. Selain itu untuk menjadi museum kelas dunia, Muspusdirla harus benar-benar siap dari semua sisi, termasuk kerapian dan kenyamanan museum,” jelas Sinang. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.