Jumat, 4 April 2025

Evaluasi SGS 2024, Modernisasi Alutsista Marinir TNI AL untuk Serangan Amfibi Diperlukan

Jakarta, IDM โ€“  Wakil Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Wadankodiklat) TNI Marsekal Muda Widyargo Ikoputra, mengatakan modernisasi alutsista tempur Marinir AS (USMC) pada latihan gabungan bersama (latgabma) Super Garuda Shield 2024 dapat menjadi referensi bagi Marinir TNI AL.

Hal tersebut disampaikan Ikoputra saat menggelar evaluasi Super Garuda Shield 2024 yang juga dihadiri Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 5 Marinir Letkol (Mar) Ahmad Fauzi di Komando Pengendali Operasi (Kodalops) Pasmar 2 Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (11/9).

Baca Juga: Digelar Ke-38 Kali, Patroli Terkoordinasi Indonesia-Filipina Fokus Masalah Perlintasan Batas

“Penggunaan sarana angkut helikopter dalam pendaratan amfibi dapat menjadi referensi bagi Korps Marinir TNI AL sebagai peningkatan alutsista di masa yang akan datang,” ujar Ikoputra, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Kamis (12/9).

Pada materi latihan operasi pendaratan amfibi Super Garuda Shield 2024 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9) lalu, Marinir AS tidak menggunakan pendaratan amfibi konvensional dengan kapal LPD, melainkan lewat udara yakni mengerahkan helikopter V-22 Osprey dan CH-47 Chinook.

Saat itu, Marinir AS memperbarui konsep operasi amfibinya dengan sterilisasi daerah pantai dari pasukan lawan sebelum pendaratan amfibi konvensional dilakukan. Penggunaan V-22 Osprey dan CH-47 Chinook bertujuan mendukung dan memudahkan gerak maju pasukan dan unsur pendarat amfibi untuk debarkasi di pantai.

“Diharapkan ke depan latihan bersama dengan negara maju terus dilaksanakan sebagai sarana diplomasi dan sering pengetahuan di bidang taktik maupun persenjataan,” kata Ikoputra.

Baca Juga: Antisipasi Eskalasi Konflik di Perbatasan Israel-Lebanon, KRI Diponegoro Latihan Kontijensi

Sebelumnya, dalam latihan puncak operasi amfibi pada Super Garuda Shield tahun 2024 melibatkan empat negara, yakni Indonesia yang menerjunkan pasukan Marinir TNI AL, Marinir AS, Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang serta pasukan militer Singapura (SAF).

Adapun latihan gabungan bersama yang berlangsung dari 26 Agustus-6 September itu juga digelar di dua lokasi lainnya, yaitu di Karawang, Jawa Barat untuk pelaksanaan operasi penerjunan atau lintas udara serta di Baturaja, Sumatra Selatan, untuk penembakan artileri. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer