SUPER GARUDA SHIELD

Evaluasi SGS 2024, Modernisasi Alutsista Marinir TNI AL untuk Serangan Amfibi Diperlukan

Operasi amfibi pada Super Garuda Shield 2024 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9). (Dok. Puspen TNI)
Operasi amfibi pada Super Garuda Shield 2024 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9). (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM –  Wakil Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Wadankodiklat) TNI Marsekal Muda Widyargo Ikoputra, mengatakan modernisasi alutsista tempur Marinir AS (USMC) pada latihan gabungan bersama (latgabma) Super Garuda Shield 2024 dapat menjadi referensi bagi Marinir TNI AL.

Hal tersebut disampaikan Ikoputra saat menggelar evaluasi Super Garuda Shield 2024 yang juga dihadiri Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 5 Marinir Letkol (Mar) Ahmad Fauzi di Komando Pengendali Operasi (Kodalops) Pasmar 2 Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (11/9).

Baca Juga: Digelar Ke-38 Kali, Patroli Terkoordinasi Indonesia-Filipina Fokus Masalah Perlintasan Batas

"Penggunaan sarana angkut helikopter dalam pendaratan amfibi dapat menjadi referensi bagi Korps Marinir TNI AL sebagai peningkatan alutsista di masa yang akan datang," ujar Ikoputra, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Kamis (12/9).

Pada materi latihan operasi pendaratan amfibi Super Garuda Shield 2024 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9) lalu, Marinir AS tidak menggunakan pendaratan amfibi konvensional dengan kapal LPD, melainkan lewat udara yakni mengerahkan helikopter V-22 Osprey dan CH-47 Chinook.

Saat itu, Marinir AS memperbarui konsep operasi amfibinya dengan sterilisasi daerah pantai dari pasukan lawan sebelum pendaratan amfibi konvensional dilakukan. Penggunaan V-22 Osprey dan CH-47 Chinook bertujuan mendukung dan memudahkan gerak maju pasukan dan unsur pendarat amfibi untuk debarkasi di pantai.

"Diharapkan ke depan latihan bersama dengan negara maju terus dilaksanakan sebagai sarana diplomasi dan sering pengetahuan di bidang taktik maupun persenjataan," kata Ikoputra.

Baca Juga: Antisipasi Eskalasi Konflik di Perbatasan Israel-Lebanon, KRI Diponegoro Latihan Kontijensi

Sebelumnya, dalam latihan puncak operasi amfibi pada Super Garuda Shield tahun 2024 melibatkan empat negara, yakni Indonesia yang menerjunkan pasukan Marinir TNI AL, Marinir AS, Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang serta pasukan militer Singapura (SAF).

Adapun latihan gabungan bersama yang berlangsung dari 26 Agustus-6 September itu juga digelar di dua lokasi lainnya, yaitu di Karawang, Jawa Barat untuk pelaksanaan operasi penerjunan atau lintas udara serta di Baturaja, Sumatra Selatan, untuk penembakan artileri.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.