Bakamla Usut Pengusiran Nelayan oleh Kapal Polisi Singapura

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengusut insiden pengusiran nelayan Indonesia oleh Singapore Police Coast Guard (SPCG) saat memancing di sekitar perairan Pulau Nipah, Kepulauan Riau, Selasa (24/12).
Mengutip instagram @bakamla_ri pada Selasa (31/12), langkah tersebut dilakukan personel KN Pulau Dana-323 Bakamla dengan menggali informasi dari nelayan tersebut di Pulau Terong.
Baca Juga: Jabatan Komandan Kapal Pemburu Ranjau, KRI Pulau Fanildo-732 Berganti
Personel Bakamla RI yang dipimpin oleh Penata Layanan Operasional Letda Bakamla Riyan Widodo menuturkan penggalian informasi juga dilakukan karena banyaknya laporan yang diterima Contact Center Bakamla RI terkait tindakan membahayakan yang dilakukan oleh kapal SPCG.
Melansir antaranews.com, pertemuan Tim Bakamla dengan nelayan didampingi Ketua Nelayan Pulau Terong, Jemisan.
Ia mengisahkan bahwa seorang nelayan bernama Mahade jatuh ke laut akibat gelombang besar yang diduga sengaja diciptakan oleh kapal SPCG. Namun beruntung, Mahade berhasil diselamatkan oleh rekan sesama nelayan.
Jemisan mengecam tindakan SPCG yang menurutnya membahayakan nyawa. Ia berharap pemerintah dapat memberikan sosialisasi terkait batas-batas perairan yang diperbolehkan untuk menangkap ikan.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 34 Karung Balpres Ilegal dari Timor Leste
“Jika memang kami melanggar batas, harap ditegur dengan cara yang baik dan tidak membahayakan,” ujar Jemisan.
Menanggapi hal tersebut, Riyan mengatakan Bakamla berkomitmen untuk memberikan penyuluhan kepada nelayan terkait batas wilayah untuk mencegah hal serupa. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































