Asops TNI Bahas Keamanan Kawasan di Pertemuan Ke-9 Ausindo Joesc

Jakarta, IDM - Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agus Suhardi membahas keamanan bersama di kawasan bersama Deputy Chief of Joint Operations Australian Armed Forces Air Vice Marshal Mike Kitcher, saat memimpin Australia Indonesia Joint Operations and Exercises Sub-Committee (Ausindo Joesc), Sydney, Australia, Kamis (15/9).
Dikutip dari keterangan Puspen TNI, Jumat (16/9), Agus dan Mike juga saling memaparkan organisasi siber dan mendorong agar melaporkan hasil pertemuan kepada High Level Committee (HLC). Selanjutnya, TNI akan menjadi tuan rumah pertemuan Ausindo Joesc pada tahun depan.
Kedua pimpinan itu berharap kerja sama bilateral antara TNI dan Australia Defence Force (ADF) yang telah berlangsung semakin meningkat dan mempererat hubungan kedua negara yang terjalin dengan harmonis selama ini serta dapat membawa manfaat yang baik di kawasan.
Pertemuan ke-9 Ausindo Joesc diikuti sebanyak sepuluh personel TNI dan sepuluh ADF dengan mengevaluasi kegiatan bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan antara TNI dan ADF pada periode Agustus 2021-September 2022.
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan periode September 2022-Desember 2024 mengenai pertukaran pandangan dan paparan Siber dari kedua belah pihak. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































