Jakarta, IDM โย Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bonang Bayuaji menegaskan, anggota Detasemen TNI AU Mutiara Palu yang melakukan tindakan penembakan terhadap seorang warga di kota Palu telah diproses secara hukum.
Ia turut mengungkap bahwa senjata yang digunakan oleh oknum prajurit TNI AU tersebut merupakan senapan angin.
โSaat ini Polisi Militer TNI AU sedang melaksanakan proses hukum secara militer kepada pelakuโ, tegas Marsma TNI Bonang dikutip dari pernyataan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, Jumat (12/7).
Baca Juga:ย KSAL: TNI AL Akan Bangun Armada Bertahap dan Tambah Kapal Patroli Cepat
Usai mendapatkan kabar perihal penembakan tersebut, Danlanud Sultan Hasanuddin segera bertolak menuju Palu untuk melihat langsung kondisi korban yang tengah mendapat perawatan di RS Samaritan. Selama di Palu, Bonang juga berkomunikasi dan melakukan pertemuan dengan keluarga korban.
Pertemuan dengan keluarga korban digelar di Markas Detasmen TNI AU Mutiara Palu. Dalam pertemuan itu hadir pula perwakilan Dewan Penasehat Adat Rumpundaa Inde, Saleh Rata Lemba; Sekjen Rumpun Suku Daa Inde, Sarvan; Pj Kepala Desa Kalora, Sudarto; Lurah Birobuli Selatan, Irma; Kesbangpol Kabupaten Sigi, Hasanuddin.
Atas insiden tersebut, Danlanud Sultan Hasanuddin menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab dan menanggung biaya perawatan korban, serta memberikan santunan bagi keluarga korban. โKedatangan saya hari ini ke Palu adalah untuk memastikan bahwa korban mendapat penanganan medis yang bagus dan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga sembuh,” ungkapnya.
Baca Juga: Benarkah Oknum TNI Terlibat Kematian Wartawan di Karo? Ini Kata LBH Medan
โKami juga memberikan bantuan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari bagi keluarga korban yang diterima langsung oleh Bapak Helwan suami dari korban,” sambung Bonang.
Melansir berbagai sumber, kronologi insiden tersebut bermula saat JNI (25 tahun), seorang pemulung di kota Palu, ingin mencari kardus serta botol bekas di kawasan kompleks rumah dinas TNI AU Palu pada Kamis (11/7) sore. Namun, korban dihadang petugas yang berjaga saat itu.
Korban kemudian ditembak usai dirinya tetap berupaya untuk masuk dengan alasan mencari barang bekas di belakang rumah dinas. Atas insiden tersebut, korban terkena tembakan di pinggang bagian kiri. Usai menjenguk, Bonang memastikan bahwa korban sudah mendapat penanganan medis dan kondisinya sangat stabil. (yas)