HANKAM

Aksi Sabotase Bawah Air Prajurit Kopaska di Perairan Makmak Papua

berlatih sabotase bawah air
Prajurit Kopaska Koarmada III berlatih sabotase bawah air di Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (13/11). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada III melakukan latihan pemantapan sabotase bawah air di perairan Pulau Makmak, Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (13/11).

Komandan Satuan Kopaska Koarmada III Kolonel Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, mengatakan latihan pemantapan sabotase bawah air ini digelar selama empat hari, yakni 11-14 November.

Dalam latihan tersebut, para prajurit Kopaska berlatih taktik pergerakan menuju titik kumpul sementara dan titik droping.

Baca Juga: Perdana, Panglima TNI Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

"Kemudian, pemasangan bahan peledak di tiang dermaga musuh dan dilanjutkan peledakan dermaga musuh pada waktu yang telah ditentukan," kata Robinson, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Kamis (14/11).

Dia melanjutkan, materi lainnya yang dipraktikkan oleh para prajurit Kopaska meliputi selam tempur, serangan menyelinap (sneak attack), serangan di pangkalan (harbour attack), demolisi, peningkatan bahan peledak (handak improve), teror, dan sabotase bawah air.

berlatih sabotase bawah air
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

"Latihan ini salah satu kegiatan rutin untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan, profesionalisme serta naluri tempur pasukan khusus yang nantinya dapat bermanfaat saat operasi penugasan sebenarnya," ujar Robinson.

Sebelumnya, prajurit Kopaska Koarmada III juga memperdalam kemampuan selam tempur untuk infiltrasi musuh, menggunakan alat kompas bawah air di Perairan Pulau Makmak, Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (15/10).

Baca Juga: KSAL Pimpin Sertijab 4 Jabatan Pati TNI AL, Ini Daftarnya

Saat itu, Robinson menjelaskan titik berat latihan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan individu manusia katak dalam keterampilan selam tempur.

Dia memaparkan, latihan tersebut terdiri dari selam berpasangan, kompas selam alat scuba, dan alat selam sirkulasi tertutup serta penyelaman tempur dengan alat selam closed circuit.

"Pentingnya penguasaan alat selam bagi prajurit Kopaska untuk mendukung infiltrasi dan surveillance bawah permukaan laut tanpa bisa dideteksi dari permukaan sehingga saat infiltrasi ke daerah musuh dalam penyusupan ke pantai pendaratan saat operasi amfibi dapat dengan senyap dan tak terdeteksi musuh," kata Robinson. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.