Minggu, 6 April 2025

Mengulas Keistimewaan Marinir, Pasukan Strategis dengan Kekuatan 3 Kali Lipat

Jakarta, IDM โ€“ Korps Marinir sebagai salah satu satuan yang berada di bawah naungan TNI AL, bertugas menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI. Para prajurit baret ungu ini digembleng sejak masa pendidikan untuk menjadi petarung yang andal dalam pertempuran fisik hingga menggunakan senjata.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi membeberkan pada hakikatnya, Marinir merupakan prajurit pendarat sebagai pasukan strategis yang dikerahkan pertama kali dalam lini medan pertempuran, khususnya di wilayah pulau dan pantai. Hal ini yang membedakan Marinir dengan para prajurit TNI lainnya.

“Korps Marinir memang ada khasnya, kami sebagai prajurit pendarat, pasukan strategis yang didaratkan pertama kali apabila kami mengambil alih atau menyelamatkan pulau-pulau di republik ini. Kami jadi yang pertama diterjunkan untuk mendobrak tumpuan pantai,” bebernya, dikutip dari siaran podcast di YouTube TNI AL, Jakarta, Minggu (17/11).

Baca Juga: Irjen TNI Tinjau Pembuatan Rantis untuk Satgas Konga UNIFIL

Meski berada di bawah TNI AL, pasukan yang juga kerap disebut “Hantu Laut” ini memiliki tugas berbeda. Tidak hanya bertanggung jawab dalam keamanan wilayah laut, tapi mempunyai kemampuan bertempur di darat. Oleh karenanya, Marinir bertugas melakukan operasi amfibi, pertahanan pantai, pengamanan pulau terluar, pembinaan potensi maritim serta pembina kekuatan, dan kesiapan operasi satuan.

“Untuk itu prajurit Marinir ini betul-betul harus siap mental dan perang, mungkin kekuatan kami berbeda dengan prajurit-prajurit lain,” ucap Endi.

Jenderal bintang dua itu mengaku, para prajurit Marinir ditempa untuk memiliki kekuatan tiga kali lipat dari tentara angkatan laut bahkan TNI lainnya. Alasannya, Marinir memang harus terlahir kuat secara kemampuan tempur dan mental untuk menyerang pertahanan musuh di garis terdepan.

Untuk memiliki mental yang tangguh, para prajurit Marinir digembleng saat menempuh pendidikan militer di Komando Latih Marinir (Kolatmar) yang berada di Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Dikutip dari laman resmi Kodiklatal, pada masa pelatihan para calon prajurit harus menjalani rangkaian latihan, salah satunya dopper.

Baca Juga: TNI dan Angkatan Bersenjata Australia Latihan Operasi Evakuasi Warga Sipil di Situbondo

Latihan dopper merupakan bagian dari tahap dasar komando, bertujuan memberikan pengalaman dan keterampilan bergerak di bawah lintasan tembakan peluru tajam sehingga mereka memiliki keyakinan, keberanian, dan kemampuan bergerak menuju sasaran dengan teknik yang baik dan benar.

“Di satuan lain, mungkin satu peleton itu 30 orang, Korps Marinir bisa 47 orang, mungkin yang lain juga satu regu itu senjata atau mesinnya cuman satu, Korps Marinir tiga. Artinya, tiga kali lipat kekuatan dari tentara pada umumnya,” tegas Endi.

“Inilah perlunya mental yang luar biasa. Di samping itu, persenjatannya pun harus dihitung tiga kali lipat karena kita mendobrak pertama. Selesai tumpuan pantai direbut, barulah nanti ada operasi selanjutnya ada pendaratan administrasi (ratmin), ada pelintasan dan lainnya, sesuai doktrinnya seperti itu,” pungkasnya. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

TNI AL Siapkan Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar dan Thailand

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri, untuk korban terdampak gempa bumi di Myanmar dan Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, (31/3).

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer