Jakarta, IDM โย Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Nugraha Gumilar mengatakan pihaknya masih menggodok wacana pembentukan angkatan siber militer.
“Masih dalam penggodokan ya. Mudah-mudahan, kami masih menunggu informasi selanjutnya,” kata Nugraha di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (3/7).
Wacana tersebut kembali mencuat usai data Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI diretas, imbas dari peretasan yang terjadi pada Pusat Data Nasional. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki Tim Siber.
Baca Juga:ย KSAL Bahas Implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dengan Singapura
Gumilar menuturkan tim tersebut yang sejauh ini menangani kasus atau kejadian yang mencakup peretasan. “Kita sudah melakukan semua, sesuai dengan bidang masing-masing,” jelasnya.
Mengutip tempo, wacana pembentukan angkatan siber sebelumnya pernah disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Andi Widjajanto, menjelang akhir 2023 lalu. Andi menyebut Indonesia bakal memiliki angkatan keempat yang dibentuk untuk melengkapi tiga matra angkatan TNI.
Angkatan yang dimaksud Andi adalah Angkatan Siber. Hal ini rencananya dilakukan dengan merujuk Singapura yang telah memiliki angkatan serupa. Kendati demikian, Andi kala itu menyebut usulan pembentukan Angkatan Siber masih dalam tahap awal.
Baca Juga:ย TNI Tunggu Hasil Penyelidikan Dugaan Prajurit Terlibat Kebakaran Tewaskan Jurnalis di Karo
Ia menyebut hal itu lantaran beberapa kementerian dan lembaga telah memiliki unit penanganan siber sendiri.
“Kementerian Pertahanan dan TNI memiliki satuan siber. Di Kepolisian juga sudah ada, BSSN ada satuan sibernya. Apakah nanti (TNI) berevolusi menjadi angkatan tersendiri seperti di Singapura?” tutur Andi. (un)