TNI Gelar Latihan Medis dengan The Canadian Army dan US Army

Jakarta, IDM – TNI menggelar latihan medis dengan The Canadian Army dan US Army dalam Latihan Ksatria Warrior 2024. Dilansir keterangan Puspen TNI, latihan medis ini dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman, interoperabilitas, dan praktik terbaik.
"Latihan Ksatria Warrior menyediakan wadah bagi negara-negara yang berpartisipasi untuk meningkatkan interoperabilitas, serta yang terpenting yaitu belajar dan berkembang selama latihan ini," bunyi keterangan Puspen TNI, dikutip Senin, (26/8).

Untuk diketahui latihan ini diikuti oleh 163 orang peserta dan digelar selama 5 hari sejak dibuka Rabu, (21/8/2024) kemarin di Situbondo, Jawa Timur.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Bilateral, KSAU Kunjungi Australian War Memoriam
Kolaborasi dengan US Army
Dalam latihan ini, TNI AD dan US Army juga menggelar latihan Full Mission Profile (FMP) total ada beberapa materi latihan yang akan dilaksanakan yaitu Prosedur Pimpinan Pasukan (P-3), Menembak tepat, Taktik Pertempuran Infanteri, Latihan Staf, Penggunaan Teknologi Militer, Survival serta Latihan Medis dan Evakuasi.

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Anton Yuliantoro mengaku bangga saat mengunjungi langsung latihan ini di PT Bromo Banyuwangi, Sabtu (24/8/2024).
Baca Juga: KRI Bung Tomo Ikuti Skenario Sea Phase di Latma Codex 24B Vietnam
Pada kesempatan tersebut, Pangdivif 2 Kostrad menyaksikan langsung proses Full Mission Profile (FMP) mulai dari operasi mobile sampai dengan pembersihan sasaran.

“Saya bangga melihat kolaborasi latihan yang ditunjukan antara prajurit TNI AD (Kostrad) dan US Army. Latihan yang telah dilaksanakan hari ini adalah merupakan implementasi dari kebijakan pimpinan dalam meningkatkan peran diplomasi TNI AD dengan negara sahabat serta meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit TNI AD (Kostrad) pada bidangnya masing-masing guna menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks," kata Pangdiv. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































