TNI AL Gagalkan Pengiriman Benih Bening Lobster Senilai Rp7 Miliar

Jakarta, IDM - Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Puspenerbal di Surabaya berhasil menggagalkan upaya pengiriman puluhan ribuan Benih Bening Lobster (BBL) ilegal. BBL yang ditaksir merugikan negara hingga Rp7 miliar itu disebut bakal dikirim ke Batam.
Mengutip keterangan Dispenal Rabu (27/9), Komandan Lanudal Juanda Kolonel (P) Heru Prasetyo mengatakan penggagalan upaya tersebut dilakukan dengan sejumlah pihak terkait, yakni Angkasa Pura I dan stakeholder Bandara Juanda. Empat terduga pelaku juga disebut telah diamankan oleh personel TNI AL.
Baca Juga: Akmil Datangkan Instruktur dari Amerika Serikat untuk Latih Para Taruna di Magelang
"Lanudal Juanda sebagai leading sector dan koordinator pengamanan di Bandara Juanda menggagalkan pengiriman BBL ilegal sejumlah 60.000 ekor dengan kerugian negara diperkirakan sekitar 7 miliar rupiah," kata Heru.
Heru menjelaskan kecurigaan bermula dari kecurigaan petugas kargo yang menerima paket kiriman dari seorang yang diduga kurir. Paket tersebut berupa dua buah kardus yang rencananya akan dikirim ke Batam menggunakan pesawat udara. Namun ketika kedua kardus melewati x-ray, petugas melihat kejanggalan lantaran bentuk yang tidak sesuai dengan isi keterangan Surat Muat Udara (SMU).
Kejanggalan itu kemudian dilaporkan kepada Satuan Tugas Pengamanan Bandara. Setelah diperiksa, terdapat 38 kantong plastik dalam dua kardus besar tersebut. Dari hasil perhitungan didapati BBL jenis mutiara sebanyak 32.000 ekor dan jenis pasir berjumlah 28.000 ekor.
Baca Juga: Usai 6,5 Bulan Jalani Pendidikan, 172 Siswa Dikmata Resmi Jadi Prajurit Marinir
Heru melihat kasus ini sebagai modus penyelundupan baru dengan menyamarkan barang dengan menampilkan makanan di bagian luar paket. Ia pun menyebut keempat pelaku saat ini sedang diselidiki.
"Untuk kasus ini, para terduga pelaku mempunyai modus baru dengan cara mengirimkan BBL melalui jasa kargo. Dan berusaha mengelabuhi petugas dengan cara kamuflase bagian terluar dengan makanan," ujar Heru. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































