HANKAM

Susun Naskah Roadmap Pengembangan PTTA, TNI AU Tingkatkan Kapabilitas Teknologi Militer

TNI AU melalui Staf Komunikasi dan Elektronika (Skomlekau) menggelar penyusunan naskah roadmap pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) untuk periode 2025-2029. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)
TNI AU melalui Staf Komunikasi dan Elektronika (Skomlekau) menggelar penyusunan naskah roadmap pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) untuk periode 2025-2029. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM –  Askomlek KSAU Marsda TNI I Made Susila menegaskan bahwa penggunaan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjadi bagian yang penting dalam upaya modernisasi dan peningkatkan kapabilitas teknologi militer Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Askomlek KSAU dalam sambutannya saat membuka acara penyusunan naskah roadmap pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) untuk periode 2025-2029 yang digelar di Gedung NASPCI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (26/8).

Baca Juga: Kementerian Pertahanan Teken Kontrak Kerja Sama 2 Rudal dari Turki

“PTTA telah memainkan peran vital dalam berbagai operasi militer, seperti pengawasan perbatasan, pemantauan wilayah maritim, pengumpulan data intelijen, hingga misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana," sambung Marsdya TNI I Made Susila dikutip dari keterangan TNI AU, Rabu (28/8).

Askomlek KSAU Marsda TNI I Made Susila saat membuka acara penyusunan naskah roadmap pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) untuk periode 2025-2029. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)
Askomlek KSAU Marsda TNI I Made Susila saat membuka acara penyusunan naskah roadmap pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) untuk periode 2025-2029. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dengan menyoroti pentingnya PTTA maka Askomlek KSAU menekankan perlunya percepatan pengembangan pesawat terbang tanpa awak melalui pendekatan yang terstruktur dan terkoodrinasi.

Baca Juga: Asops TNI Bertemu DPD RI Sampaikan Pemaparan Revisi UU TNI

Selain itu, Marsda TNI I Made Susila juga menyebut pentingnya kerja sama yang melibatkan transfer teknologi, pelatihan, dan pengadaan perangkat keras serta perangkat lunak yang dibutuhkan.

Untuk itu, kegiatan penyusunan naskah roadmap ini diharapkan dapat membantu TNI AU dalam mengoptimalkan penggunaan PTTA untuk meningkatkan kemampuan operasional serta menjaga kedaulatan negara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.