Seorang Anggota OPM Putuskan Kembali Setia kepada Indonesia

Jakarta, IDM – Seorang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) memutuskan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Senin (14/4) waktu setempat.
Anggota berinisial YSA yang sebelumnya tergabung dalam kelompok bersenjata pimpinan Zet Fattem tersebut melarikan diri setelah mendapatkan tekanan internal, kondisi hidup di hutan semakin sulit dan visi misi OPM tidak sesuai hingga timbulnya perpecahan dalam kelompoknya.
Baca Juga: Anggota OPM Menyerahkan Diri ke TNI, Bawa Senpi Laras Panjang dan Bendera Bintang Kejora
Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu menegaskan bahwa pendekatan persuasif adalah kunci keberhasilan ini.
"Kami tidak melihat masa lalu, kami melihat harapan ke depan. NKRI terbuka untuk siapapun anak bangsa yang ingin kembali," ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (15/4).
Baca Juga: Begini Cara Taifib Latih Kemampuan Menyelam untuk Infiltrasi Bawah Air
Selanjutnya YSA secara resmi mengikuti prosesi pemutihan yang juga dihadiri oleh berbagai elemen termasuk aparat pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat sebagai simbol penerimaan dan dukungan terhadap proses reintegrasi mantan anggota separatis ke dalam kehidupan masyarakat sipil.
Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari kombinasi strategi militer dan pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas Yonif 501/BY dan diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota kelompok separatis lainnya untuk mengikuti jejak YSA, mengakhiri konflik dan turut serta membangun Papua yang damai dan sejahtera. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































