Jumat, 4 April 2025

Selama Sebulan, 30 Prajurit Kowal Dilatih untuk Jago “Free Fall”

Jakarta, IDM โ€“ย Sebanyak 30 prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) mengikuti pelatihan terjun payung “free fall” yang dijadwalkan berlangsung sekitar sebulan, yakni selama 33 hari.

Pelatihan terjun free fall untuk puluhan prajurit Kowal tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Pendidikan (Dirdik) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) Brigjen (Mar) Fransisco Simanjorang, Sidoarjo, Senin (21/10).

Adapun 30 prajurit Kowal yang mengikuti kursus free fall, berasal dari Kodiklatal dan komando utama (Kotama) TNI AL seperti jajaran Koarmada II, Koarmada III, Kolinlamil, Dispenal, Lantamal VI, Lantamal VII, Lantamal VIII, Lantamal XII, Pasmar 2, Lanal Kendari, Lanal Lhoksumawe, Lanudal Juanda, dan Fasharkan Manokwari.

Baca Juga:ย Bagikan Sembako Saat Patroli Perbatasan, Satgas Habema Tuai Pujian

Sedangkan dari Kodiklatal, diikuti oleh Letda Laut (KH/W) Rahmadyanty, Letda Laut (KH/W) Puti Nurul Intan, Serda Bah/W Aliza Rizki Hardianti, Sertu Mus/W Fransiska Saverina, Sertu Jas/W Nafidiah Dwi Puspita, Serda Eko/W Nurfaeni, Serda TTU/W Aisha Estiningdyah, dan Serda SBA/W Vima Aulia.

“Pelatihan ini merupakan upaya pemimpin TNI AL untuk melakukan regenerasi kepada prajurit Kowal yang memiliki keterampilan khusus terjun payung free fall dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujar Fransisco dalam amanatnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Selasa (22/10).

Selain itu, lanjut Fransisco, pelatihan juga bertujuan membekali dan melatih para Kowal agar memiliki kemampuan keterampilan free fall, berupa teknik melipat parasut, masuk dan keluar pesawat, melayang, mengemudi parasut, penguasaan prosedur darurat, dan pendaratan.

Baca Juga: Modernisasi Alutsista, Wakasau Pimpin Rakor Upgrade Pesawat Tempur F-16 hingga Rencana Akuisisi Rudal ADS 400

“Sehingga keterampilan tersebut dapat diaplikasikan dalam kedinasan di TNI AL,” tuturnya.

Dia pun menekankan kepada para prajurit Kowal agar para melaksanakan setiap tugas sesuai petunjuk dan arahan instruktur atau pelatih, baik yang bersifat simulatif maupun dalam praktek lapangan.

“Agar (kalian) memiliki keterampilan dan keahlian khusus penerjunan pada satu titik pendaratan secara benar,” pungkasnya. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer