Selama Sebulan, 30 Prajurit Kowal Dilatih untuk Jago "Free Fall"

Jakarta, IDM – Sebanyak 30 prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) mengikuti pelatihan terjun payung "free fall" yang dijadwalkan berlangsung sekitar sebulan, yakni selama 33 hari.
Pelatihan terjun free fall untuk puluhan prajurit Kowal tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Pendidikan (Dirdik) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) Brigjen (Mar) Fransisco Simanjorang, Sidoarjo, Senin (21/10).
Adapun 30 prajurit Kowal yang mengikuti kursus free fall, berasal dari Kodiklatal dan komando utama (Kotama) TNI AL seperti jajaran Koarmada II, Koarmada III, Kolinlamil, Dispenal, Lantamal VI, Lantamal VII, Lantamal VIII, Lantamal XII, Pasmar 2, Lanal Kendari, Lanal Lhoksumawe, Lanudal Juanda, dan Fasharkan Manokwari.
Baca Juga: Bagikan Sembako Saat Patroli Perbatasan, Satgas Habema Tuai Pujian
Sedangkan dari Kodiklatal, diikuti oleh Letda Laut (KH/W) Rahmadyanty, Letda Laut (KH/W) Puti Nurul Intan, Serda Bah/W Aliza Rizki Hardianti, Sertu Mus/W Fransiska Saverina, Sertu Jas/W Nafidiah Dwi Puspita, Serda Eko/W Nurfaeni, Serda TTU/W Aisha Estiningdyah, dan Serda SBA/W Vima Aulia.
"Pelatihan ini merupakan upaya pemimpin TNI AL untuk melakukan regenerasi kepada prajurit Kowal yang memiliki keterampilan khusus terjun payung free fall dalam pelaksanaan tugas ke depan," ujar Fransisco dalam amanatnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Selasa (22/10).
Selain itu, lanjut Fransisco, pelatihan juga bertujuan membekali dan melatih para Kowal agar memiliki kemampuan keterampilan free fall, berupa teknik melipat parasut, masuk dan keluar pesawat, melayang, mengemudi parasut, penguasaan prosedur darurat, dan pendaratan.
"Sehingga keterampilan tersebut dapat diaplikasikan dalam kedinasan di TNI AL," tuturnya.
Dia pun menekankan kepada para prajurit Kowal agar para melaksanakan setiap tugas sesuai petunjuk dan arahan instruktur atau pelatih, baik yang bersifat simulatif maupun dalam praktek lapangan.
"Agar (kalian) memiliki keterampilan dan keahlian khusus penerjunan pada satu titik pendaratan secara benar," pungkasnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































