Satgas Yonzipur 5 ABW Tangkap Pelaku Penyelundupan 150 Butir Amunisi Kaliber 12,70 mm

Jakarta, IDM – Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Batalyon Zeni Tempur 5/ABW menangkap satu orang warga yang membawa munisi tabur kaliber 12,70 mm dengan total 150 butir di Sungai Antu, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (28/12) malam.
Amunisi tersebut biasa digunakan untuk senjata berat ini ditemukan di jalan tikus (JTR) pada saat patroli yang dipimpin Serka Hari Prihanto. Saat itu, Satgas Yonzipur 5 yang melihat satu orang warga mencurigakan langsung menangkap untuk kemudian dilakukan interogasi.
Baca Juga: Prajurit TNI Sapa Warga Lebanon, Bawa Pesan Damai Hingga Souvenir Khas Indonesia
Satu orang yang tertangkap tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan penyelundupan senjata ilegal. Amunisi ini akan digunakan oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab atau diperjualbelikan di pasar gelap.
"Kasus ini menyoroti ancaman keamanan dari peredaran senjata ilegal di Indonesia. Satgas Pamtas berkomitmen untuk memperketat pengawasan, memperkuat regulasi, dan meningkatkan kerja sama antar instansi guna mencegah penyelundupan serupa,” ucap Serka Hari.
Baca Juga: Bakamla Terima Hibah Kapal dari Pemerintah Jepang
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan demi stabilitas keamanan di perbatasan wilayah RI-Malaysia," sambungnya. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































