HANKAM

PTDI Teken Kerja Sama untuk Perluas Ekspor Pesawat ke Cina

Moh. Arif Faisal, Patrick Goh, Gita Amperiawan
Momen penandatanganan dokumen kerja sama antara PTDI dan Linkfield Technologies. (Foto: Dok. Humas PTDI)

Jakarta, IDM - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani dokumen Reseller Agreement dengan Linkfield Technologies untuk memperluas pasar ekspor ke Cina.

Momen penandatanganan dokumen yang digelar di PTDI, Bandung, Kamis (19/10) itu, dilakukan oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal dengan Direktur Linkfield Technologies, Patrick Goh, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan.

Baca Juga: Prajurit Yonko 464 Kopasgat Rampungkan TMMD ke-118 di Malang

Dalam kerja sama ini, Linkfield Technologies akan bertindak sebagai reseller untuk melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan pesawat produksi PTDI, seperti CN235-220, NC212i dan N219, guna memenuhi kebutuhan pesawat militer dan komersial di wilayah Cina.

pesawat NC212i
Ilustrasi pesawat NC212i produksi PTDI. (Foto: Dok. Humas PTDI)

“Cina merupakan partner yang sangat baik terutama dari segi teknologi, kemampuan manufacturing dan ada potensi pasar yang besar. Kita akan kembangkan strategi bisnis bersama yang dimulai melalui kerja sama reseller dengan Linkfield Technologies," ungkap Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dikutip dari keterangan Humas PTDI, Jumat (20/10).

"Dengan kerja sama ini, pengembangan teknologi maupun pasar pesawat N219 dapat kita push, sehingga nantinya N219 dapat menjadi produk yang high competitive di Cina. Hal ini juga menjadi tantangan kita ke depan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi N219. Bersama dengan Cina, kemampuan supply chain dan manufacturing-nya juga akan kita optimalkan untuk arah pengembangan N219 ke depan,” sambung Gita.

Baca Juga: Lagi, KKB Serang Pekerja Puskesmas di Kabupaten Puncak, 1 Meninggal 2 Luka-luka

PTDI sebagai anggota Holding Defend ID terus berinovasi untuk mewujudkan hilirisasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor, tidak hanya dalam memproduksi alat pertahanan, tetapi juga produk pasar komersial.

Selain itu, kerja sama ini sekaligus menjadi wujud komitmen PTDI yang tidak hanya menghadirkan sosok industri penerbangan di tingkat global, tapi juga mendatangkan devisa dan multiplier economic effect. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.