HANKAM

Penerbang TNI AL Jalani Latihan Praktik Terbang Kursus Drone ScanEagle

Latihan praktik kursus
Latihan praktik kursus pemantapan pengawak dan operasional drone ScanEagle di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (8/8). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Sebanyak 21 penerbang angkatan laut yang menjadi peserta kursus calon pengawak pesawat nirawak (drone) ScanEagle, saat ini mengikuti tahap latihan praktik terbang di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (8/8).

Komandan Komando Latihan Penerbang Angkatan Laut Kolonel Laut (P) Moh Mashabi, menjelaskan sebelum memasuki tahap latihan praktik, puluhan penerbang melewati dua tahap, yaitu klasikal gabungan dan terpisah yang terdiri dari kelas koordinator misi (mission coordinator), operator, dan pemelihara (maintaner).

Baca Juga: Penampakan Senpi Rakitan Flintlock yang Diserahkan Warga Perbatasan ke TNI

"Setelah tahap klasikal, dilanjutkan tahapan simulator untuk menguji penerimaan materi yang diberikan dan keterampilan awal sebagai operator drone ScanEagle," jelas Mashabi, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal.

Latihan praktik kursus
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Dia melanjutkan, pada tahap latihan praktik terbang ini puluhan penerbang dibentuk dalam tim sebagai satu kru, seperti dalam kru penugasan. Peserta melaksanakan penyiapa, mulai dari GCS setup, pre-flight check, mission brief, launch, flight hingga recovery, dan post-flight check.

"Dengan asistensi dan bimbingan dari para instruktur, para peserta mampu melaksanakan semua prosedur penerbangan dengan baik, aman dan lancar," terang Mashabi.

Baca Juga: Prajurit Pandawa Gelar Latihan 5 Hari di Gunung Merbabu

Selanjutnya, kata Mashabi, puluhan penerbang angkatan laut akan memasuki tahap latihan praktik yang terakhir dari rangkaian kursus pemantapan pengawak dan operasional drone ScanEagle yang digelar sejak Senin (15/7) lalu.

Latihan praktik kursus
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Menganai drone ScanEagle sendiri, pesawat nirawak intai dari Amerika Serikat ini memiliki spesifikasi panjang 1,5 meter, rentang sayap 3,1 meter, dan muatan 3,4 kg. Drone dengan MTOW 22 kg ini digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Kecepatan terbang jelajah ScanEagle berada di kisaran 111 km per jam dan kecepatan maksimum 148 km per jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 m. ScanEagle sanggup terbang di udara dengan ketahanan (endurance) lebih dari 24 jam.

Baca Juga: Kerahkan Helikopter Caracal, TNI AU Bantu Evakuasi Jenazah Pilot MD 500 ER

Untukmenerbangkan ScanEagledigunakan sistem rel peluncur. Hal ini dikarenakan drone itu tidk dilengkapi sistem roda dan payung pendarat. ScanEagle didaratkan dengan menggunakan metode kabel penangkap (SkyHook) yang mengait bagian ujung sayap (winglet).

Sedangkan untuk muatan, ScanEagle dilengkapi kamera inframerah gelombang pendek garapan Goodrich Sensors dan sensor termal DRS E6000 beresolusi tinggi 640x480 piksel. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.