Pemimpin Hizbullah Sebut Terbuka untuk Gencatan Senjata Jika Persyaratan Dipenuhi

Jakarta, IDM – Pemimpin baru Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan bahwa pihaknya akan terus bertempur melawan Israel hingga ditawarkan proposal gencatan senjata yang dianggapnya dapat diterima.
"Jika Israel memutuskan untuk menghentikan agresi, kami katakan bahwa kami menerima, tetapi dengan ketentuan yang kami anggap sesuai. Kami tidak akan mengemis untuk gencatan senjata," kata Qassem, dalam pidato pertamanya sejak diangkat menjadi pemimpin Hizbullah, melansir Al Jazeera, Kamis (31/10).
Baca Juga: Menhan AS: Pasukan Korut Telah Bergerak Mendekati Ukraina
Menurutnya, serangkaian serangan terhadap Hizbullah dalam beberapa minggu terakhir, termasuk ledakan pager dan walkie-talkie yang menargetkan anggota Hizbullah pada pertengahan September dan pembunuhan Nasrallah, telah menyakiti kelompok tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa Hizbullah telah mampu membangun ulang barisannya dalam waktu delapan hari setelah kematian Nasrallah.
“Kemampuan Hizbullah masih ada dan kompatibel untuk perang yang panjang,” katanya.
Baca Juga: Presiden Korut Sebut Uji Coba Rudal Wujud ‘Keinginan untuk Melawan’
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, perantara utama Lebanon yang berkomunikasi dengan Amerika Serikat, dalam upaya gencatan senjata.
"Sejauh ini belum ada proyek yang diajukan yang disetujui Israel dan dapat diterima untuk dinegosiasikan," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































