Jakarta, IDM โย Pemimpin baru Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan bahwa pihaknya akan terus bertempur melawan Israel hingga ditawarkan proposal gencatan senjata yang dianggapnya dapat diterima.
“Jika Israel memutuskan untuk menghentikan agresi, kami katakan bahwa kami menerima, tetapi dengan ketentuan yang kami anggap sesuai. Kami tidak akan mengemis untuk gencatan senjata,” kata Qassem, dalam pidato pertamanya sejak diangkat menjadi pemimpin Hizbullah, melansir Al Jazeera, Kamis (31/10).
Baca Juga:ย Menhan AS: Pasukan Korut Telah Bergerak Mendekati Ukraina
Menurutnya, serangkaian serangan terhadap Hizbullah dalam beberapa minggu terakhir, termasuk ledakan pager dan walkie-talkie yang menargetkan anggota Hizbullah pada pertengahan September dan pembunuhan Nasrallah, telah menyakiti kelompok tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa Hizbullah telah mampu membangun ulang barisannya dalam waktu delapan hari setelah kematian Nasrallah.
โKemampuan Hizbullah masih ada dan kompatibel untuk perang yang panjang,โ katanya.
Baca Juga: Presiden Korut Sebut Uji Coba Rudal Wujud โKeinginan untuk Melawanโ
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, perantara utama Lebanon yang berkomunikasi dengan Amerika Serikat, dalam upaya gencatan senjata.
“Sejauh ini belum ada proyek yang diajukan yang disetujui Israel dan dapat diterima untuk dinegosiasikan,” pungkasnya. (bp)