Menhan Jadi Korban Hoaks, Pengamat Ungkap Kejanggalan Dokumen yang Beredar

Jakarta, IDM - Pengamat pertahanan Tasha Imansyah meragukan keaslian dokumen yang menyebut jika Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima suap pesawat Mirage 2000-5 sebesar 55,4 juta dolar untuk mendanai kampanye yang dihembuskan oleh akun X @_P0c1_1m0eTWibu.
Menurut Tasha, keaslian dokumen tersebut diragukan karena terhitung masih sangat baru. Perlu diketahui bahwa dokumen kabel diplomatik sifatnya sangat rahasia dan tidak dapat diakses oleh umum.
“Oleh karena itu perlu diselidiki dari mana asal dokumen tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi Pensiun, Ini Sejarah KRI Pulau Romang-723 Peninggalan Era Perang Dingin

Ditambah lagi, lanjutnya, ada kesamaan struktur surat dan beberapa kalimat dengan dokumen kabel diplomatik Kedubes AS tahun 2009 yang dibocorkan di Wikileaks.
“Satu yang bikin janggal, dia masukin keterangan bahwa di Kemhan banyak korupsi dan kickback, di luar scope dan yuridiksi EIO,” kata Tasha.
Padahal, jika EIO (European Investigation Order) memang betul melakukan investigasi, mereka semestinya lebih berfokus untuk investigasi Czech Group dan link ke Qatar.
Baca Juga: Jaga Kesiapan Operasi Satuan, Prajurit Yonko 464 Kopasgat Ikuti Latihan Menembak
“Apalagi isu sensitif seperti ini dikeluarkan hanya beberapa hari menjelang pencoblosan, sehingga bisa dianggap election interference,” jelas Tasha.
Keaslian kabar ini memang terasa janggal. Pasalnya, penulis yang diketahui bernama Jhon William tidak ditemukan asal-usulnya. Begitupun dengan media Meta Next yang isinya hanya review dan berita mengenai gadget, bahkan nama Prabowo tidak ada sama sekali. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































