HANKAM

Lirik Pesawat Produksi Indonesia, Menhan Kongo Tinjau N219 di Fasilitas PTDI

Jean Piere Gombo Bemba, Gita Imperiawan
Menhan Kongo Jean Piere Gombo Bemba dan Dirut PTDI Gita Imperiawan saat berada di fasilitas PTDI. (Foto: Dok. Humas PTDI)

Jakarta, IDM - Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawan menerima kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Kongo Jean Piere Gombo Bemba beserta delegasi di fasilitas produksi PTDI, Bandung, Kamis (11/5).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung kerja sama Emerging Economies Cooperation yang terlaksana sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama di antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

“Kongo memiliki komitmen untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi kerja sama dengan Indonesia, di mana pada kesempatan ini pesawat N219 dinilai mampu sebagai solusi konektivitas di Kongo yang saat ini menjadi salah satu tantangan utama Kongo dalam meningkatkan mobilitas dan perekonomiannya,” tulis PTDI dalam keterangan persnya.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan Pesawat, TNI AU dan USAF Gelar Pelatihan MAAS

Sementara itu, jika membahas tentang CN235-220 dan NC212i, kedua pesawat ini dapat dijadikan sebagai platform utama bagi Kongo dalam melindungi kedaulatan negaranya serta mendukung kebutuhan angkatan udara mereka, dalam hal ini memberi perlindungan kepada masyarakat sipil di wilayah konflik.

Jean Piere Gombo Bemba, Gita Imperiawan
Menhan Kongo Jean Piere Gombo Bemba saat meninjau pesawat N219 produksi PTDI. (Foto: Dok. Humas PTDI)

“Akan menjadi kesempatan yang baik bagi kedua negara untuk mempererat kerja sama di bidang industri pertahanan, khususnya terhadap potensi transfer of knowledge melalui kegiatan training dan potensi pengadaan ke depannya,” ungkap Jean Piere.

Baca Juga: Prabowo: Pendidikan Militer di Indonesia Banyak Dilirik Negara Lain

Dalam rangka mendukung serviceability dan readiness pesawat, PTDI akan mendukung Kongo dalam pelaksanaan maintenance support, baik dalam hal penyediaan spare parts, ground support equipment & tools, repair & overhaul, engineering modification, maupun technical services & training.

Untuk diketahui, PTDI saat ini telah memiliki footprint pesawat CN235 series di benua Afrika sebanyak total 7 unit, yaitu 3 unit untuk Senegal, 1 unit untuk Guinea, 1 unit untuk Burkina Faso dan 2 unit yang beroperasi di Mauritania dari program hibah UAE. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.