HANKAM

KSAL Ungkap Rencana Perubahan Sistem Pendidikan Taruna AAL

KSAL Laksamana Muhammad Ali.
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat memberikan kuliah umum kepada taruna AAL di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/4). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan rencana perubahan sistem pendidikan untuk taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Hal tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum kepada para taruna AAL di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/4). Ali memaparkan visi pembangunan kekuatan TNI AL ke depan, termasuk modernisasi alutsista dan validasi organisasi.

Baca Juga: Dua Jenderal TNI AD Terima Wing Kehormatan Penerbang Kelas I TNI AU

"TNI AL berencana melakukan perubahan sistem pendidikan taruna AAL yang akan mempercepat jenjang karier perwira melalui skema baru kenaikan pangkat," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (12/4).

Ali menekankan pentingnya kesiapan TNI AL menghadapi tantangan global dan nasional, termasuk dinamika lingkungan strategis serta konsep dunia VUCA, yakni volatility (gejolak), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas).

"Saya kembali mengingatkan, peran strategis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan posisi geostrategis vital bagi jalur perdagangan dunia dan sumber daya alam kelautan yang melimpah," kata Ali.

Baca Juga: Kodim 1715/Yahukimo Bersama Polri Evakuasi Jenazah Korban OPM

Melalui penjelasan tentang sejarah Deklarasi Djuanda hingga implementasi konsep negara kepulauan dalam UNCLOS 1982, Ali menegaskan laut bukan lagi pemisah, tetapi pemersatu bangsa. Oleh karena itu, TNI AL dituntut menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

"Menjadi taruna AAL adalah langkah awal dari pengabdian panjang sebagai ksatria samudera, penjaga kedaulatan lautan nusantara," ujarnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.