Jakarta, IDM โย Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membenarkan Kolonel Wahyo Yuniartoto ikuti seleksi menjadi ajudan presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan saat ini proses seleksi tersebut masih berlangsung termasuk menunggu keputusan dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).
“Jadi, memang benar yang bersangkutan itu ikut seleksi sebagai calon ajudan presiden. Dan prosesnya masih berlangsung, nanti setelah selesai atau lolos akan disampaikan kepada kita di TNI AD dari Setmilpres, hasil siapa yg lolos menjadi ajudan presiden,” kata Wahyu di Jakarta, Selasa, (22/10).
Baca Juga:ย Selama Sebulan, 30 Prajurit Kowal Dilatih untuk Jago โFree Fallโ
Ia menjelaskan TNI AD diminta menyiapkan perwira terbaik yang dimiliki dan Kolonel Wahyo adalah utusannya.
“Tentu kita siapkan kita kirimkan, nanti diseleksi berapa lama seleksinya bagaimana, tentu itu Setmilpres yang tahu. Ya nanti akan disampaikan kepada kita siapa yg lolos, siapa yangmemenuhi syarat,” jelas Wahyu.
Ia mengatakan seleksi calon ajudan ini masing-masing tiap matra mengirimkan satu.
Baca Juga: Puspenerbal Kerahkan NC-212 Aviocar untuk Latihan โFree Fallโ Prajurit Kowal
“Jadi matra TNI AD satu orang, matra TNI AL satu, matra TNI AU satu, Kepolisian juga satu. Sama seperti ajudan Wapres juga demikian. Seleksi tiap matra ini nantinya akan dipilih satu dari TNI AD, satu dari TNI AL, satu dari TNI AU, dan satu dari Kepolisian,” kata Wahyu.
Kolonel Wahyo adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001 dan saat ini menjabat sebagai Komandan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebelum menjadi ajudan presiden, ia telah memiliki pengalaman penting, termasuk sebagai Asisten Operasi Danjen Kopassus dan Komandan Kodim 0703/Cilacap. Kepemimpinannya dalam berbagai posisi operasional di Kopassus membuatnya memiliki rekam jejak yang mumpuni di bidang pertahanan dan keamanan. (rr)