Kerahkan Drone hingga Tim Survei, Dissurpotrudau Lakukan Pemetaan di Kawasan Bandara IKN

Jakarta, IDM – Dinas Survei dan Pemotretan Udara TNI AU (Dissurpotrudau) mengerahkan drone beserta Tim Ground Survey untuk melakukan survei sekaligus pemetaan di kawasan Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak 9 hingga 13 Desember 2024.
Baca Juga: Kejuaraan Nasional Judo KSAD CUP XV Tahun 2024
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata atas komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung pembangunan nasional dan percepatan pembangunan IKN melalui pemanfaatan teknologi survei udara modern yang akurat serta efisien.

“Operasi pemotretan dilakukan pada ketinggian 900 feet dengan cakupan area seluas 35 kilometer persegi. Data yang dihasilkan berupa foto udara dalam format dua dimensi dan LiDAR, yang akan diolah lebih lanjut sebagai informasi geospasial untuk mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur di IKN,” tulis TNI AU dikutip dari keterangan foto dalam instagram @militer.udara, Senin (16/12).
Adapun Tim Ground Survey yang dikerahkan dalam misi kali ini terdiri atas perwira Dissurpotrudau, yaitu Komandan Tim Lettu Sus Delasdriana W., didampingi oleh Wakil Komandan Tim Lettu Sus Wira Fazri R, dan sejumlah personel Dissurpotrudau lainnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































