Jakarta, IDM โย Kementerian Pertahanan yang diwakili Plt Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Ujang Darwis menghadiri pertemuan The 21st ASEAN Regional Forum Security Policy Conference (ASPC) di Laos, Selasa (2/7).
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Chairman 21st ASPC Major General Saichay Kommasith, Deputy Minister of National Defence Laos PDR. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Plt. Dirjen Strahan Kemhan turut didampingi oleh Dirkersinhan Ditjen Strahan Kemhan serta perwakilan dari Kedeputian II Kemenko Polhukam, Ditjen Kerma Polkam ASEAN Kemlu dan Athan RI di Vientiane, Laos.
Baca Juga:ย Pangdam II/Swj Terima Penghargaan Pin Emas dan Pedang dari Kapolri
โASEAN akan terus menjadi platform penting bagi negara-negara regional dan mitra eksternal untuk berdiskusi, bekerja sama, dan berkolaborasi dalam berbagai isu yang menjadi perhatian bersama,โ ujar Plt. Dirjen Strahan.
Plt. Dirjen Strahan juga menekankan terkait pentingnya memperkuat keamanan regional dengan sikap saling menghormati kedaulatan. Diharapkan dengan pertemuan ini kerja sama dapat saling memperluas bidang kerja sama khususnya pertahanan melalui pelatihan bersama, penelitian, berbagi pengalaman dan keahlian.
Baca Juga:ย Koarmada II Turunkan Penerbang hingga Marinir untuk Operasi Trisila 2024
Pertemuan ASEAN Regional Forum Security Policy Conference (ASPC) yang berlangsung 1 s.d. 3 Juli 2024 ini merupakan forum dialog yang beranggotakan 10 (sepuluh) negara ASEAN dan 17 (tujuh belas) anggota lainnya dengan tujuan meningkatkan kerja sama Confidence Building Measures (CBM), membuka channel dalam berdialog, pertukaran personel serta meningkatkan saling percaya dan kesepahaman antar pejabat pertahanan.
Peserta ARF berasal dari 26 negara dan 1 organisasi yaitu Uni Eropa (total 27), terdiri dari sepuluh negara anggota ASEAN (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Viet Nam), sepuluh Mitra Wicara ASEAN (Amerika Serikat, Australia, Kanada, RRT, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan, dan Uni Eropa), dan 7 negara lain di kawasan (Bangladesh, Korea Utara, Mongolia, Pakistan, Papua Nugini, Sri Lanka, Timor Leste). (nhn)