Kemhan Akan Perbarui Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dengan Republik Ceko

Jakarta, IDM – Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menyebut Kementerian Pertahanan akan memperbarui perjanjian kerja sama pertahanan (DCA) dengan Republik Ceko.
Hal tersebut disampaikan Frega dalam konferensi pers usai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menhan Republik Ceko, Jana Cernochova di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (18/2).
“Kunjungan ini juga membahas bagaimana nantinya (DCA) bisa diperbarui kembali,” kata Frega.
Baca Juga: Komandan KRI Diponegoro Ungkap Tantangan Tersulit Saat Eskalasi Konflik Meningkat di Lebanon
Ia melanjutkan, sejauh ini perjanjian kerja sama yang sudah terjalin antara Indonesia dengan Ceko di antaranya pengadaan alutsista seperti radar, senjata, termasuk tank panser.
“Kita tahu Ceko ini sebagai salah satu negara produsen, selain produknya juga yang memiliki kualitas secara operasional digunakan dengan baik di lapangan, secara ekonomis harganya juga kompetitif,” jelas Frega.
Kerja sama pertahanan dengan Ceko, dinilai Frega menjadi peluang bagi kedua negara di tengah upaya Indonesia dalam membangun industri pertahanan yang mandiri. Untuk itu dalam pertemuan tersebut, lanjut Frega, kedua menteri pertahanan sepakat menjadikan kerja sama pertahanan menjadi sebuah prioritas.

“Apalagi masing-masing kepala negara yang memang punya background militer, memahami pentingnya kerja sama pertahanan,” ucap Frega.
Nantinya, jika perjanjian kerja sama disepakati akan membuka peluang kerja sama pertahanan lainnya yang bisa dilakukan di masa yang akan datang.
Baca Juga: Dibuka oleh Danlanud Adi Soemarmo, Ratusan Prasis Semaba PK TNI AU A-54 Ikuti Latganda
“Walaupun nanti tidak secara teknis dicantumkan dalam DCA, tetapi ada beberapa peluang selain kerja sama memproduksi alutsista pertahanan, ada juga terkait dengan pertahanan siber, pelatihan militer dan pendidikan,” terang Frega.
Frega menambahkan, dengan adanya kerja sama pertahanan yang lebih kuat antara Indonesia-Ceko, diharapkan produksi industri pertahanan dalam negeri bisa lebih optimal.
“Karena kita sebenarnya membutuhkan negara-negara yang mau melakukan transfer of technology (ToT). Tapi pertemuan tadi, kedua pemimpin sepakat, khususnya dalam konteks mengkonkritkan kerja sama industri pertahanan,” ucap Frega. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































