Jumat, 4 April 2025

Jelang Latma Orruda, TNI AL Temui Panglima Armada Pasifik Rusia di Vladivostok

Jakarta, IDM – Delegasi TNI AL melakukan kunjungan kehormatan kepada Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia di Vladivostok, Jumat (20/9) untuk membahas latihan perdana kedua negara, yaitu Orruda yang dijadwalkan pada November 2024.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan bersama Panglima Tertinggi Armada Pasifik Laksamana Muda Sysuev Aleksander Yuryevich membahas mengenai sejarah bilateral TNI AL dan Angkatan Laut Rusia.

Baca Juga: Tiba di Vladivostok, Taruna AAL Kunjungi Kapal Penjelajah ‘Varyag’ Rusia

“Pada masa lalu TNI AL mengoperasikan kapal perang dari Rusia yang saat itu masih Uni Soviet, yaitu KRI Irian dan armada kapal selam dari Rusia,” ujar Yayan, dikutip dari laman TNI AL, Senin (23/9).

Sysuev Aleksander Yuryevich
(Foto: Dok. TNI AL)

“Hubungan bilateral antara kedua angkatan laut ini terjalin semakin baik dengan akan dilaksanakannya latihan bersama Orruda dan Navy to Navy Talk yang pertama kali dalam waktu dekat,” sambungnya.

Selain itu, Yayan juga mengatakan TNI AL mengundang Angkatan Laut Rusia untuk berpartisipasi dalam latihan Multilateral Naval Exercise (MNEK) 2025 yang akan digelar pada Februari di Bali.

“Angkatan Laut Rusia menyambut baik undangan dari TNI AL. Mereka akan mengirim kapal ke Bali. Kami juga mengharapkan Panglima Tertinggi Armada Pasifik dapat hadir di Bali,” kata Yayan.

Sebelumnya, Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan rencananya latihan bilateral pertama antara kedua angkatan laut Indonesia-Rusia “Orruda” digelar pada 4-8 November di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Pesan Danrem 021/KS Usai Sertijab 2 Posisi Komandan: Jaga Netralitas TNI Jelang Pilkada Serentak

“Kemudian, kalau menyangkut materi latihannya ini masih penyesuaian, karena kan selama ini kami (rutin) diajak latihan bersama dengan AS, Australia, Singapura, Malaysia, dan Thailand,” ungkap Denih Hendrata saat ditemui di Jakarta, Selasa (6/8) lalu.

Denih juga mengatakan penyesuaian materi latihan juga dikarenakan penyamaan prosedur komunikasi atau bahasa untuk nantinya menggelar manuver lapangan.

“Intinya, materi latihan tidak langsung fokus pada war fighting, tapi penjajakan misalnya ada manuver. Nah, kemudian prosedur komunikasinya juga seperti apa, karena kalau dengan Rusia ini pertama ngomongnya juga bahasa Rusia. Itu perlu ada jalan tengah,” kata Denih.

Dia menjelaskan, latihan bilateral perdana Indonesia dan Rusia ini merupakan pengembangan kebijakan dari diplomasi angkatan laut yang dilakukan pada era Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Baca Juga: Kapal Perang Fregat KRI RE Martadinata-331 Kini Punya Komandan Baru

“Konsep politik luar negeri kita adalah bebas aktif. Jadi dengan siapapun yang bisa kita kerja amakan dalam latihan itu kita tidak ada masalah,” tandasnya.

Adapun latihan bersama Orruda 2024 ini bakal terdiri dari tahap pangkalan (harbour phase) di Surabaya dan tahap laut (sea phase) yang akan digelar di sekitar Laut Jawa. Rencananya, TNI AL dan Angkatan Laut Rusia masing-masing akan mengerahkan tiga unit kapal perang dalam latihan tersebut. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM – Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer