HANKAM

Danskadron 17: Pendidikan Transisi Penting dalam Membentuk Penerbang yang Andal dan Profesional

Danskadron Udara 17
Danskadron Udara 17 Letkol Pnb Septi Arun Dwi membuka secara resmi pendidikan transisi pesawat Boeing 737-400/500. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Komandan Skadron (Danskadron) Udara 17 Letkol Pnb Septi Arun Dwi menyoroti pentingnya pendidikan transisi sebagai tahapan penting dalam membentuk penerbang yang andal, profesional, dan siap mendukung berbagai misi operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Hal tersebut disampaikan Letkol Pnb Septi dalam sambutannya saat membuka langsung pendidikan transisi pesawat Boeing 737-400/500 yang digelar di Hanggar Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (4/3).

Baca Juga: Pasmar 1 Cek Kesiapan Jelang Pengukuhan Bintang Tiga Dankormar

“Pendidikan transisi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan operasional Skadron Udara 17. Para siswa akan dibekali dengan berbagai materi, baik teori maupun praktik, agar memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengoperasikan pesawat Boeing 737-400/500,” ujar Septi dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Rabu (5/3).

Siswa Penerbang Pesawat Boeing-737.
Tiga siswa penerbang yang mengikuti pendidikan transisi pesawat Boeing 737-400/500 di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Sebanyak tiga siswa penerbang dilaporkan mengikuti pendidikan transisi kali ini dengan kurikulum yang telah disusun secara komprehensif. Harapannya, mereka dapat menguasai berbagai aspek teknis serta operasional pesawat sehingga siap mengemban tugas sebagai Penerbang II.

Baca Juga: UN Women Ungkap Potensi Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Selama menempuh pendidikan, ketiga siswa tersebut akan menjalani tiga tahapan pendidikan yang meliputi tahap bina kelas, bina simulator, dan bina terbang. Dalam tahapan bina kelas, para siswa akan diperkenalkan dengan pengetahuan serta keterampilan terkait pesawat jenis Boeing 737-400/500.

Selanjutnya, ketiga siswa penerbang akan berlatih prosedur penerbangan serta pengoperasian pesawat secara virtual sebelum praktik dengan pesawat yang sebenarnya pada tahapan bina simulator. Sementara itu, pada bina terbang, para siswa akan menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerbangkan pesawat secara sistematis, lancar, serta aman. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.