Cegah Judi Online, TNI Akan Monitoring Keuangan Prajurit dan Keluarga

Jakarta, IDM – Untuk mencegah bahayanya judi online (daring) atau judol di kalangan prajurit TNI, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dengan memonitoring keuangan prajurit dan keluarganya.
"Jadi tidak hanya melalui pembinaan mental (bintal) dan fungsi komando, TNI akan melakukan pengawasan melekat terhadap keuangan anggota dan keluarganya sehingga bisa dimonitor dan diantisipasi jika ada indikasi terlibat judi online," kata Gumilar dihubungi, Jumat, (21/6).
Baca Juga: Darurat Judi Online di Tubuh TNI, Apakah Karena Faktor Kesejahteraan?
Lebih lanjut kata Gumilar, pihaknya juga akan aktif menyebarkan informasi via media tentang bahaya judi online.
Terakhir ia pun memastikan jika ada prajurit yang terlibat judi online, pihaknya tak segan-segan memberikan teguran dan hukuman sesuai peraturan berlaku.
Baca Juga: Taifib Lakukan Serangan Raid terhadap Musuh di Pantai Muara Banten
"Prajurit yang terlibat judi online dapat diproses kumplin (melanggar Perpang 44/2015 tentang Hukum Disiplin Militer) dan dapat dijatuhi Pidana (melanggar pasal 303 KUHP dan Pasal 45 dan 27 UU ITE)," kata Gumilar. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































