Bukan Hanya Menjaga Kedaulatan, Prajurit Marinir Jadi Sahabat Anak Papua

Jakarta, IDM – Prajurit satuan tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 6 Marinir melaksanakan interaksi sosial kepada masyarakat di Papua, Selasa (31/12).
Satgas Yonif 6 Marinir tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjalin hubungan baik dengan masyarakat, khususnya anak-anak Papua melalui pembagian makanan ringan serta pelaksanaan komunikasi sosial di wilayah tersebut.
"Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak setempat yang terlihat senang dan akrab saat berinteraksi dengan para prajurit Satgas Yonif 6 Marinir," ujar Komandan Satgas Yonif 6 Marinir Letkol (Mar) Rismanto Manurung, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Kamis (2/1).
Dia mengatakan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, Marinir punya tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari komitmen TNI AL untuk memperkokoh persatuan bangsa dan memastikan setiap anak bangsa merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.
Baca Juga: Diikuti Ribuan Personel, Komandan Lanud Adi Soemarmo Pimpin Apel Khusus Awal Tahun 2025
“Kami ingin menunjukkan, RNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan tetapi juga sahabat masyarakat terutama generasi muda Papua yang memiliki peran penting dalam masa depan bangsa Indonesia," katanya.
Rismanto juga menegaskan, interaksi sosial dengan masyarakat dan anak-anak di Papua diharapkan dapat menanamkan rasa kebersamaan, cinta tanah air, dan semangat untuk terus menjaga persatuan bangsa sejak dini.
"Melalui hal-hal sederhana seperti inilah yang akan terus dibangun oleh personel Satgas Yonif 6 Marinir untuk selalu dekat dengan masyarakat di daerah penugasan," tegasnya.
Baca Juga: Jenderal Berpengalaman di Operasi Militer dan Intelijen Jabat Pangdam XIII/Merdeka
Adapun para prajurit Satgas Yonif 6 Marinir mulai bertugas di tanah Papua sejak diberangkatkan oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi dari Jakarta, Selasa (21/5) lalu. Mereka bertugas sebagai pengaman dan penjaga perbatasan RI-Papua Nugini.
Sebelum pemberangkatan ke daerah penugasan, para prajurit satgas terlebih dahulu menjalani latihan pratugas di Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, pada beberapa waktu lalu. Latihan bertujuan mempersiapkan dan menjaga kemampuan fisik serta menembak untuk menjadi bekal perorangan.
Selain itu, dalam latihan pratugas itu para prajurit satgas juga mempelajari penguasaan medan tempur di daerah penugasan dengan mampu membaca dan menganalisa kontur dan jalan-jalan pendekat untuk menentukan bagaimana tindakan yang harus diambil ketika berada di daerah rawan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































