Analis Sebut Serangan Pager 'Pukulan Telak' Tapi Tidak Melemahkan Kekuatan Hizbullah

Jakarta, IDM – Para analis menilai bahwa ledakan ribuan pager dan radio genggam atau walkie-talkie milik anggota Hizbullah di Lebanon merupakan suatu pukulan telak. Namun, tidak cukup untuk melemahkan kekuatan kelompok tersebut.
Sebelumnya, Kementrian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa ledakan itu menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang. Hizbullah meyakini Israel menyusupi alat komunikasi itu dengan bahan peledak.
Dilansir dari AP, Senin (23/9), analis dari Carnegie Middle East Center, Mohanad Hage Ali, menilai serangan itu "bagaikan pedang yang menusuk ulu hati kelompok tersebut. Butuh waktu untuk menyembuhkan dan mengganti mereka yang menjadi korban".
Baca Juga: India Bantah Amunisinya Masuk ke Ukraina
Namun, ia menyebut insiden itu bukanlah pukulan yang berujung melumpuhkan kemampuan Hizbullah. Sebab, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pernah mengatakan bahwa pasukan tempurnya berjumlah lebih dari 100.000 orang.
Sejalan dengan itu, kata Ali, Hizbullah hanya kehilangan sebagian kecil anggotanya. Bahkan, menurut Qassim Qassir, seorang analis Lebanon yang dekat dengan Hizbullah, menyebut para korban adalah anggota biasa. Mereka bukan pejabat militer sehingga tidak menganggu kekuatan tempur.
Senada, Orna Mizrahi, peneliti dari Institute for National Security Studies dan mantan analis intelijen untuk militer Israel, menyebut serangan itu sebagai pukulan telak. Kendati demikian, dampak signifikan yang dirasakan Hizbullah bukanlah bersifat militer melainkan psikologis.
Baca Juga: Semakin Memanas, Hizbullah Deklarasikan Pertempuran Terbuka dengan Israel
"Ini merupakan penghinaan karena melakukan operasi semacam itu, menunjukkan seberapa besar organisasi tersebut terekspos terhadap intelijen Israel," ujar Mizrahi.
Senada, Amal Saad, dosen politik dan hubungan internasional di Universitas Cardiff yang meneliti soal Hizbullah, menilai serangan itu akan menimbulkan demoralisasi dan ketakutan masif.
"Ini bukan sekadar pelanggaran keamanan terhadap militer. Seluruh masyarakat Hizbullah akan sangat khawatir karena sekarang semuanya rentan diretas. Kelompok itu akan mempertimbangkan kembali banyak hal, bukan hanya pager," kata Saad. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































