Jakarta, IDM – Senior Advisory Group (SAG) Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia (IKAHAN) berdiskusi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (19/5).
Pertemuan ini membahas forum Second Track Diplomacy antara Indonesia dan Australia. Rencananya, SAG IKAHAN akan bertolak ke Australia untuk membahas sejumlah isu strategis kawasan serta mempererat komunikasi bilateral kedua negara.
Baca Juga:Â Kapuspen TNI: Kami Terima dengan Tangan Terbuka Jika Anggota OPM Kembali ke NKRI
Menhan Sjafrie, dalam forum tersebut, menekankan pentingnya menjaga hubungan Indonesia-Australia yang rasional dan strategis dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kedaulatan nasional.
Pemerintah Indonesia, jelas Menhan Sjafrie, mendukung pengembangan forum ini sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan dan kolaborasi di bidang pertahanan. Apalagi, SAG IKAHAN dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antar masyarakat (people-to-people relations) antar kedua negara.
Baca Juga: TNI Akan Uji Penembakan Senjata Khusus pada Latihan Operasi Laut Gabungan 2025
Selain bicara mengenai hubungan Indonesia-Australia, Menhan Sjafrie juga menyampaikan kebijakan penguatan pertahanan nasional, termasuk rencana pembentukan batalyon baru dalam lima tahun, serta revitalisasi organisasi pertahanan.
Diketahui, perwakilan SAG IKAHAN yang bertemu menteri pertahanan di antaranya Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Letjen TNI (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan, Marsdya TNI (Purn) Eris Herryanto, Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto, Laksda TNI (Purn) Yoost Mengko, Mayjen TNI (Purn) Agung Risdhianto, dan Laksda TNI (Purn) Surya. (nhn)