Jakarta, IDM โ KRI Bontang-907 menangkap kapal ikan asing berbendera Malaysia (SLFA 4498) ketika sedang menciduk ikan secara ilegal di perairan teritorial Indonesia, Jumat (9/5).
Adapun penangkap tersebut dipimpin oleh Komandan KRI Bontang-907 Letkol Laut (P) Lexy Effraim Dumais, yang berada di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengungkapkan kapal ikan asing itu terdeteksi menangkap ikan di sekitar 6 mil laut bagian selatan landas kontinen Indonesia-Malaysia.
Baca Juga: Investigasi Ledakan Amunisi di Garut Sempat Tertunda Cuaca dan Lokasi
“Saat didekati, kapal mencoba melarikan diri sehingga KRI Bontang-907 melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan peringatan,” ungkap Wira dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/5).
Kemudian, tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) dan personel Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada I berhasil mengamankan kapal beserta lima anak buah kapal (abk) asal Myanmar serta barang bukti.
“Kapal dan seluruh awaknya kemudian dibawa ke Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Belawan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” lanjut Wira.
Dalam beberapa waktu terakhir, TNI AL gencar mengerahkan armadanya untuk berpatroli di perairan Indonesia bagian barat. Misalnya, pada Sabtu (10/5), Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I mengirimkan empat kapal perang ke wilayah Laut Natuna Utara.
Baca Juga: TNI AU-RTAF Bakal Gelar Latma Elang Thanesia untuk Perkuat Kemampuan Tem
Keempat kapal perang yang dikerahkan, meliputi KRI Untung Suropati-372, KRI Teuku Umar-385, KRI Sultan Nuku-373, dan KRI Silea-858
“Maraknya aktivitas kapal nelayan asing di Laut Natuna Utara, meresahkan masyarakat sekitar,” ungkap Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, dikutip Senin (12/5).
Ia menyebutkan, keempat kapal perang tersebut berpatroli di sekitar perairan Pulau Anambas untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dan melindungi aktivitas nelayan lokal dari ancaman kapal asing. (at)