Zero Defect Pada Joint Section Kapal Selam KRI Alugoro 405, Komisi I DPR RI Apresiasi Prestasi PT PAL

BACA JUGA

ads-custom-1

Surabaya,IDM – Guna memetakan peran dan kontribusi PT PAL Indonesia dalam mendukung program pembangunan kapal selam serta pemeliharaan dan perawatannya, Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT PAL di Surabaya, Selasa (27/9).

Atas kedatangan Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengucapkan terima kasihnya dan berharap untuk semakin aktif mengunjungi PT PAL.

“Terima kasih atas kedatangannya. Kami mengharapkan kedepan akan semakin aktif berkunjung ke PT PAL. Agar dapat melihat langsung potensi yang ada di PT PAL sekaligus tantangan sebagai industri pertahanan maritim,” ungkap Kaharuddin.

Pada tahun 2015 PT PAL Indonesia mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk membangun dan melakukan pemeliharaan serta perawatan Alutsista berteknologi tinggi seperti kapal selam. Kepercayaan yang diwujudkan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2015 tersebut, senilai Rp 1.5T yang dialokasikan untuk membangun fasilitas kapal selam pertama di Indonesia dan di ASEAN.

(Dok PT PAL)

“Dengan transformasi industri maritim 4.0 ini akan meningkatkan produktivitas. Tentunya dengan hal ini juga memiliki tujuan penting menguatkan mental dan kepercayaan diri bangsa kita, bahwa kita putra-putri terbaik bangsa memiliki kemampuan yang luar biasa, bahwa kita putra-putri Indonesia mampu untuk menjadi hebat dan menghasilkan produk Alutsista berkualitas,” terang Kaharuddin.

Tim kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI mengapresiasi paparan dari Kaharuddin dalam melaksanakan transformasi industri 4.0 PT PAL Indonesia untuk mendukung program nasional dalam penguasaan teknologi pembangunan kapal selam.

“Dalam kunjungan ini sangat menarik, karena mendapat informasi secara
komprehensif dari PT PAL, khususnya dalam proyek pembangunan kapal selam dengan mitra strategis. Prestasi zero defect yang diperoleh PT PAL dalam proses joint section kapal selam KRI Alugoro-405 sangat membanggakan bagi kita semua,” jelas Kharis

Industri pertahanan merupakan industri strategis negara. Cita-cita menjadi industri yang kuat, mandiri, dan berdaya saing menjadi sebuah keniscayaan. Untuk mendukung hal tersebut alih teknologi harus dilaksanakan secara terpadu, utuh dan berkesinambungan. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama strategis bersama negara-negara produsen.

Dukungan pemerintah baik dari DPR RI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN serta TNI AL diharapkan mampu mempercepat kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap asing, dan dapat menciptakan ekosistem pertahanan yang stabil serta dapat menjadi roda penggerak ekonomi hingga skala makro.

“Dari kunjungan ini kita juga menjadi saksi akan semangat baru dengan mengusung perubahan atau transformasi industri maritim 4.0. Satu persatu penghargaan kelas dunia didapatkan, dan menyusul pengakuan dunia akan karya anak bangsa atas produk-produk PT PAL,” tutup Kharis. (nhn)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER