Wakasal Tinjau Latihan Pertempuran Kota Marinir

135
Wakasal Tinjau Latihan Pertempuran Kota Marinir
Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., saat meninjau Latihan Pertempuran Kota Marinir. (Dok Foto: tnial.mil.id)

Sidoarjo, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., meninjau langsung latihan Pertempuran Kota Korps Marinir Tahun 2021 di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Jalan Lingkar Timur Sidoarjo, Jawa Timur. Sabtu (06/11). Dalam kunjungan tersebut, Wakasal didampingi oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Sebanyak 850 personel Prajurit Infanteri, Kavaleri, Artileri, Bantuan Tempur dan prajurit Intai Ampibi dilibatkan dalam Latiahn Operasi Pertempuran Kota Tahun 2021 ini. Selain itu, sejumlah Alat utama sistem persenjataan (Alutsista) seperti pesawat Casa, dan Helly Bell dari Puspenerbal, Tank BMP 3F, LVT-7, BTR 50 dan kendaraan tempur Marinir lainnya pun turut dikerahkan.

Melansir laman resmi TNI AL, latihan diawali dengan terjun tempur yang dilakukan oleh para prajurit di gedung Unusida oleh Prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir.

Untuk selanjutnya Prajurit Yontaifib 2 Marinir melumpuhkan instalasi komunikasi musuh, dan menempatkan satu tim sniper Taifib untuk melumpuhkan penjagaan dan sniper musuh di koridor timur, kemudian satu peleton Marinir lintas helly melaksanakan fast rope guna merebut dan menguasai lantai 2 dari pintu timur dan melaksanakan evakuasi warga sipil/Non-combatan Evacuation Operations (NEO) serta melaksanakan evakuasi tokoh penting dengan teknik Stabo.

Unsur-unsur peleton tank bergerak menghancurkan kubu-kubu dan Senban musuh, Baterai Altileri Medan (Armed) memberikan bantuan tembakan (Bantem) berupa Granat Asap (simulasi menggunakan amunisi hampa) guna memberikan lindung tinjau/tabir manuver pasukan, untuk selanjutnya peleton tank menempati posisi sebagai pangkal tembak.

Batalyon Infanteri 1 Marinir menguasai sasaran di dalam kota dengan cara sistematis dari gedung ke gedung atau dari blok ke blok (CQB) dengan 1 kompi Infanteri mekanis merebut dan menguasai lantai dasar dari pintu utara bersamaan 1 tim Taifib menyusup dari selatan dengan cover menyamar sebagai nelayan & melaksanakan Grappling menggunakan Hook Launcher untuk membebaskan sandera. Tim Zeni melaksanakan penjinakan bom pada tawanan yang dipasangi (Improvised Explosive Devise/IED), tim kesehatan lapangan (Keslap) melaksanakan pertolongan korban tempur, tim POM melaksanakan prosedur penanganan tawanan.

Latihan pertempuran kota tersebut dilaksanakan dengan mengutamakan protokol kesehatan. Hadir pada kesempatan tersebut pejabat utama Mabesal, para Pangkotama TNI AL dan TNI/Polri wilayah Surabaya, pejabat Pemprop Jatim serta Forkopimda Sidoarjo.