Untuk Perdamaian, Korsel Perkuat Kapabilitas Pertahanan

BACA JUGA

ads-custom-1

Seoul, IDM- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dalam upacara pembukaan pameran pertahanan dua tahunan Seoul International Aerospace & Defense Exhibition (ADEX), Rabu (20/10/2021), menegaskan Korsel harus memperkuat pertahanan nasional demi memelihara perdamaian.

Seperti diketahui, Korsel berupaya membangun kapabilitas militernya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah pengembangan kapasitas rudal dan nuklir Korea Utara. Itu tecermin jelas dalam ekshibisi yang menampilkan serangkaian Alutsista canggih seperti jet siluman, sistem penangkal rudal mutakhir, dan drone bertenaga hidrogen.

Beberapa jam sebelumnya, Pyongyang mengklaim bahwa uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) berjalan lancar.

“Kemampuan pertahanan yang kuat selalu ditujukan untuk memastikan perdamaian. Kami berusaha membangun angkatan bersenjata yang cerdas dan kuat berdasarkan teknologi mutakhir,” ungkapnya seperti dikutip dari Kantor Berita Yonhap.

Pekan ini, Korsel siap meluncurkan roket luar angkasa buatan anak negeri, Nuri. Bila peluncuran itu sukses, mereka akan menjadi negara ke-10 di dunia yang mengirim satelit ke luar angkasa dengan teknologinya sendiri. Nuri akan lepas landas, Kamis (21/10/2021), dari Naro Space Center di Goheung, 473 kilometer sebelah selatan Seoul.

Moon mengatakan, korsel siap melebarkan sayap investasi di bidang teknologi ruang angkasa, seiring rencana mereka meluncurkan roket luar angkasa berbahan bakar padat buatan anak negeri pada 2024.

“Di samping menggabungkan teknologi canggih buatan swasta ke dalam kekuatan militer negara, pemerintah akan mendorong militer untuk mentransfer teknologi luar angkasanya ke sektor swasta,” kata Presiden yang memproyeksikan kontribusi ini akan mengembangkan sektor swasta dan menciptakan 45 ribu lapangan pekerjaan.

Sebelum menghadiri seremoni, Presiden Korsel menerbangkan jet tempur FA-50, pesawat supersonik pertama buatan anak bangsa. Ia pun ditahbiskan sebagai Presiden pertama Korsel yang melakukan ‘atraksi udara’ tersebut.

Tahun ini, ADEX diikuti 440 perusahaan dari 28 negara. Sekitar 300 delegasi dari 45 negara—termasuk dari pemerintah, militer, dan pertahanan—diperkirakan menghadiri acara yang berlangsung hingga Sabtu (23/10/2021) nant. Moon pun menegaskan, sudah saatnya industri Alutsista Korea Selatan menjadi yang terdepan di dunia. (ISSA)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER