Uni Eropa Menyerukan Pengadilan Internasional Atas Kejahatan Perang Rusia

BACA JUGA

IDM – Uni Eropa telah menyerukan untuk dilaksanakannya pengadilan internasional atas kejahatan perang Rusia setelah kuburan massal ditemukan di Ukraina. Sejak diinvasi lebih dari enam bulan lalu, Ukraina secara perlahan mampu memukul mundur pasukan Rusia dan merebut kembali wilayahnya. Meskipun begitu, Ukraina mengatakan banyak ratusan mayat warga sipil yang di antaranya memiliki tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi mati.

Jan Lipvasky, Menteri Luar Negeri Republik Ceko yang memegang jabatan sebagai presiden bergilir Uni Eropa, menyerukan pembentukan pengadilan internasional khusus secepat mungkin untuk mengadili kejahatan agresi. Dilansir dari Twitternya, Sabtu (17/9), ia mengatakan bahwa “Rusia meninggalkan kuburan massal ratusan orang yang ditembak dan disiksa di daerah Izyum. Pada abad ke-21, serangan seperti itu terhadap penduduk sipil tidak terpikirkan dan menjijikkan. Kita tidak boleh mengabaikannya. Kami mendukung hukuman semua penjahat perang.”

Seruan itu dikemukakan setelah otoritas Ukraina menemukan sekitar 450 kuburan di luar kota Izyum yang sebelumnya diduduki Rusia, dengan beberapa mayat yang digali menunjukkan tanda-tanda penyiksaan. Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (17/9), Keadaan di kota Izyum telah berubah menjadi sangat menyedihkan, bangunan sipil seperti apartemen, apotek, dan sekolah telah hancur menjadi target militer. Awalnya, kota yang telah dikepung, namun diperjuangkan dengan sengit dan sekarang telah di rebut kembali oleh Ukraina. Meskipun saat ini para prajurit berjaga di jalanan, tetap terlihat sunyi bahkan hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan. (BP)

EDISI TERBARU

sidebar

BERITA TERBARU

POPULER