Tontaipur Pasukan Siluman Andalan TNI AD Yang Ditakutkan

87
(Dok Penkostrad)

Jakarta, IDM – Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan pasukan elite yang dimiliki Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ( Kostrad ).

Dilansir dari kostrad.mil.id, Tontaipur dibentuk pada tahun 2001 serta langsung diterjunkan dalam operasi di Aceh, Poso dan Papua. Selain itu, pasukan yang diprakarsai Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menjabat sebagai Pangkostrad ini memiliki spesialisasi dalam bidang sabotase ataupun intelijen serta operasi tempur dengan misi khusus.

Prajurit Taipur memiliki keahlian khas melakukan infiltrasi ke jantung musuh secara senyap untuk melakukan sabotase. Prioritas yang diberikan adalah tugas-tugas infiltrasi di gunung, dan kota. Bekerja secara senyap namun efektif. Ciri seperti itu membuat Kompi Taipur kurang familiar di telinga masyarakat, namun soal keahlian, prajurit memiliki keahlian khusus bertempur di darat, laut dan udara.

Untuk bisa menjadi prajurit Taipur ini harus menjalani pelatihan yang sangat berat dan berjenjang. Prajurit ditempa selama tujuh bulan pelatihan di Cilodong hingga puncaknya dilatih oleh pasukan Cakra di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Tahap pertama, para prajurit menjalani latihan tempur di medan latihan Kostrad di Gunung Sangga Buana, kompleks latihan Kostrad, Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Selanjutnya, ditahap ke II latihan intelijen/Sandha di Pusdik Passus, Batujajar, Bandung. Dalam latihan ini, Kostrad menitikberatkan pada latihan intelijen tempur.

Kemudian, tahapan III terdiri dari latihan teknik tempur bawah air di satuan pasukan katak Armada RI Kawasan Barat, di Pondok Dayung dan Pulau Damar, teluk Jakarta Utara dan yang terakhir Tahap IV latihan aplikasi dan latihan berganda di Situ Lembang, Bandung.

Selama mengikuti pelatihan para prajurit dibekali latihan tempur di alam terbuka, teknik tempur di bawah air, hingga pertempuran jarak dekat atau perkotaan. Maka prajurit yang tergabung dalam Kompi Taipur menguasai teknik intelijen tempur dan mampu menembus pertahanan musuh secara senyap dan efektif.

Kompi Taipur memiliki banyak keahlian khusus dari hasil pembekalan. Namun satu keahlian yang menjadi ciri khas adalah penggunaan senjata tradisional masyarakat Dayak yakni sumpit dengan jarum mematikan yang racunnya didapat dari getah pepohonan khusus maupun dari bisa ular.

Teknik tersebut masih termasuk dalam kurikulum pelatihan Taipur hingga kini. Kegunaan sumpit sangat menunjang dalam operasi senyap jarak dekat. Jarum yang dikeluarkan dari sumpit bisa menembus sasaran dalam jarak 20-50 meter. Meski jarang digunakan, rupanya teknik sumpit tetap dijadikan senjata khusus untuk Kompi Taipur.

Panjang sumpit Kompi Taipur bisa mencapai 1,9 -2,1 meter dan memiliki tiga bagian utama yakni sumpit yang berbentuk pipa, anak sumpit dan mata tombak di ujung depan. Sedangkan panjang jarum mencapai 15 centimeter atau setelapak tangan orang dewasa.

Pasukan Taipur yang memiliki seragam serba hitam turut dibekali teknik menjinakan bahan peledak, dan memiliki unit K-9 (anjing pelacak).  Latihan adalah kesejahteraan bagi prajurit Taipur, tugas adalah kehormatan bagi prajurit Taipur, begitu pedoman yang dipegang oleh prajurit intelijen tempur Kostrad. (ADT)