Selasa, 5 Maret 2024

Resmi Perkuat Koarmada II, ini Kecanggihan Kapal Pemburu Ranjau yang Baru

BACA JUGA

Surabaya, IDM – Sebanyak dua unit kapal pemburu ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV), yakni KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 resmi memperkuat Koarmada II, Surabaya, Senin (14/8).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin (14/8) pukul 10.18 WIB, dengan ini KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, Saya resmikan masuk jajaran TNI AL,” kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.

Kapal MCMV pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) ini diproduksi di galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder-Bremen, Jerman dengan first steel cutting pada 26 November 2020.

Baca Juga: Lanal Cilacap Serahkan Artefak Amunisi PD II Eks USS Langley ke Museum

Kemudian kapal dikirim menggunakan transporter ship Combi Dock I dari Bremen Haven Port Terminal, Jerman menuju Terminal Jamrud Surabaya pada 19 Juni, yang menempuh jarak 10.322 NM selama 32 hari.

Dinamakan sesuai pulau-pulau terluar yang ada di Papua, kedua kapal ini memiliki dimensi panjang 61,4 meter, lebar 11,1 meter dan bobot 1.444 ton yang dapat melaju maksimal 18 knot dan kecepatan jelajah 10 knot.

Seluruh kapal ini menggunakan bahan baja non-magnetik dan memiliki degaussing system dengan penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan. Serta dilengkapi dengan empat unit lift craft dan dua unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB).

Baca Juga: Perkuat Pertahanan, TNI AL Resmikan Dua Kapal Pemburu Ranjau

KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 juga dilengkapi teknologi canggih seperti sistem sonar, perangkap ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk identifikasi dan netralisasi ranjau, serta AUV (Autonomous Underwater Vehicle) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air.

Selain itu, keduanya juga dilengkapi dengan USV (Unmanned Surface Vessel), yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau. Pengadaan kapal tersebut merupakan bagian dari modernisasi armada TNI sekaligus menghadapi potensi bahaya ranjau laut peninggalan perang dunia II di perairan Indonesia. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER