Pengembangan Teknologi Thorium dan Kebangkitan Bangsa Indonesia

64

Jakarta, IDM – Pemerintah berencana melakukan pengembangan nuklir Indonesia. Hal ini tengah diupayakan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang baru saja menggandeng perusahaan asal AS, ThorCon International Pte Ltd. Kementerian Pertahanan telah menandatangani MoU dengan perusahaan tersebut terkait pengembangan teknologi Thorium Molten Salt Reactor (TMSR). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Balitbang Kemhan Anne Kusmayati dengan Kepala Perwakilan ThorCon International Pte Ltd Bob S Effendi. Penandatanganan MoU dilakukan di gedung Abdulrachman Saleh, Balitbang Kemhan, Jalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, (Rabu,22/7). 

Kepala Balitbang Kementerian Pertahanan Anne Kusmayati menjelaskan, pengembangan nuklir dengan elemen kimia thorium ini berjalan selaras dengan kebijakan Kementerian ESDM, dan telah menjadi perencanaan strategi Kemhan tahun 2020-2024. Terlebih, pengembangan thorium merupakan salah satu upaya menyiapkan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di luar sumber energi fosil.

“Mengingat sumber energi fosil semakin langka dan pertimbangan masa pembangunan PLTN yang sangat lama, sehingga program litbang pengembangan daya berbasis thorium yang telah dimulai pada tahun anggaran 2019,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis (24/7).

Bob S. Effendi menambahkan, dalam kerja sama ini Thorcon International akan memandu pengembangan reaktor TMSR dengan skala di bawah 50 MW. Dirinya menambahkan, jika rencana proyek ini akan ditempatkan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Melalui kerja sama ini dapat dilihat sebagai kebangkitan nuklir, dan titik awal Indonesia menjadi bangsa besar,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa penggunaan thorium sebagai bahan bakar nuklir di bidang ketenaganukliran lebih aman dan sulit dijadikan bahan pembuatan senjata nuklir. Keberadaan thorium, ujarnya, juga sangat berlimpah. (NHN)