Pengembangan Teknologi Kapal Selam Nuklir Suffren Perancis

612
Kapal Selam Suffren Prancis/ Dok. Photo: Millitary Today

Jakarta, IDM– Pengembangan teknologi kapal selam canggih kapal selam sangat menarik untuk diikuti. Saat ini Perancis tengah membangun sebuah kapal selam bertenaga nuklir untuk Angkatan Laut mereka. Proyek yang mulai dikembangkan pada tahun 1998 dan mulai dibangun oleh Naval Group dan Technice Atome pada tahun 2007 ini direncanakan akan mulai bertugas di Angkatan Laut Perancis pada tahun 2020 dengan misi sebagai perang anti-kapal selam dan anti-permukaan, serangan darat, pengumpulan intelijen dan operasi khusus.

Setelah beroperasi, kapal selam kelas Suffren ini akan menggantikan kapal selam bertenaga nuklir kelas Rubis dan Amethyste yang sudah mulai menua. Dibangun oleh pembuat kapal Prancis Naval Group untuk angkatan laut Prancis, Suffren adalah kapal selam serangan nuklir kelas Barracuda yang dirancang untuk menggantikan kapal selam kelas Rubis .

Mengutip dari Military Today.com, kapal selam bertenaga nuklir Suffren secara signitifkan lebih besar dari kapal selam bertenaga nuklir Rubis dan Amethyste. Selain itu kapal selam baru Perancis ini menggunakan teknologi dari kapal selam rudal balistik kelas Triomphant, Perancis termasuk pada teknologi propulsi pompa-jetnya. Kapal selam bertenaga nuklir Suffren memiliki teknologi siluman dengan dapat mengeluarkan sedikit kebisingan.

Selanjutnya kapal selam ini juga dilengkapi dengan sensor canggih yang dapat mendeteksi keberadaan kapal selam musuh. Kapal selam Suffren memiliki empat tabung torpedo 533 mm dan 20 rak penyimpanan untuk berbagai macam senjata seperti torpedo F21 Arthemis, rudal anti-kapal Blok-2 Exocet SM 39 dengan jangkauan 50 km, rudal jelajah SCALP dengan jangkauan lebih dari 1.000 km dan tambang FG29. Selain itu dua ranjau dapat dibawa per rak senjata.

Selanjutnya kapal selam Suffren mampu meluncurkan rudal pertahanan udara jarak pendek MICA yang dapat ditembakkan dari tabung torpedo dengan cara yang sama seperti rudal anti-kapal Exocet. Rudal pertahanan udara ini memiliki jangkauan 20 km dan dapat menjangkau pesawat patroli maritim dan helikopter angkatan laut.

Kapal selam Suffren juga dilengkapi dengan peralatan elektronik canggih dan sonar seperti sonar penghindaran tambang, sistem penanggulangan Nemesis yang dapat menggabungkan manuver pengelakan dengan penyebaran umpan. Karena otomatisasi kelas tinggi, kapal selam bertenaga nuklir terbaru Perancis ini hanya memiliki 60 awak.

Sementara untuk misi operasi khusus kapal selam kelas Suffren juga dapat menampung hingga 12 pasukan komando. Kapal selam bertenaga nuklir Suffren milik Angkatan Laut Perancis ini ditenagai oleh reaktor nuklir 150 MW dengan kecepatan maksimum 25 knot (46 km/jam) dengan masa operasi 10 tahun antara pengisian ulang reaktor nuklirnya. Daya tahan di laut hanya dibatasi oleh persediaan makanan dalam kapal yaitu selama 70 hari.

Selain kapal selam bertenaga nuklir, Naval Group juga merancang varian bertenaga konvesional untuk di ekspor atau biasa yang disebut Shortffin Barracuda yang diusulkan untuk Angkatan Laut Australia sebagai pengganti kapal selam kelas Collins, Angkatan laut Kanada untuk menggantikan kapal selam kelas Victoria dan Angkatan laut Belanda untuk menggantikan kapal selam kelas Walrus yang sudah tua. (WAN)