Menhan Prabowo: Kobarkan Semangat Bela Negara untuk Menuju Indonesia Maju

38
Menhan Prabowo

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bela Negara Ke-73 yang digelar di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta (19/12/2021). Upacara peringatan Hari Bela Negara oleh Kemhan tahun ini mengusung tema “Semangat Bela Negaraku, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

Menyampaikan amanat Presiden RI Joko Widodo, Menhan Prabowo menegaskan bahwa tema tersebut mengisyaratkan masyarakat Indonesia agar terus mengobarkan dan mengimplementasikan sikap rela berkorban demi bangsa dan negara. Masyarakat Indonesia juga harus tetap tumbuh bersama serta memiliki semangat juang dan pantang menyerah untuk menuju Indonesia Maju.

Dihadapan seluruh peserta upacara yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemhan, personel TNI (TNI AD, TNI AL, TNI AU), pejabat eselon I, II, dan III, Menhan Prabowo kembali mengingatkan hari bersejarah bangsa Indonesia. Terlebih, peringatan Hari Bela Negara juga bertepatan dengan peristiwa Agresi Militer II oleh Belanda pada 19 Desember 1948 di mana masyarakat Indonesia harus kembali berjuang serta berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.

“Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara. Bela Negara ini merupakan hak dan kewajiban konstitusional Warga Negara Indonesia. Semua anak bangsa harus tergerak dan bergerak untuk Bela Negara sesuai dengan ladang pengabdiannya masing-masing,” tegas Menhan Prabowo.

“Kesadaran dalam memenuhi panggilan Bela Negara dilakukan oleh siapapun tanpa mengenal suku, agama, ras, golongan, apakah dia seorang petani, guru, tentara, dokter, PNS, pedagang, dan profesi lainnya,” tambahnya.

Dari berbagai latar belakang yang berbeda tersebut, Bela Negara dapat dilakukan sesuai pengabdian profesi masing-masing. “Seorang petani bekerja keras meningkatkan produksi adalah upaya Bela Negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Seorang guru berjuang mendidik anak-anak di kawasan perbatasan adalah wujud nyata Bela Negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Menhan.

Di sisi lain, kesadaran Bela Negara juga menjadi modal sosial untuk membangun jati diri bangsa yang memiliki skill, knowledge dan attitude yang baik. Karakteristik tersebut juga dapat membantu Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju, berkepribadian, dan berkebudayaan yang sejajar dengan negara maju lainnya.

“Bela Negara tidak hanya berperang namun juga politik dan diplomasi. Untuk itu saya mengajak seluruh komponen bangsa berbuat yang terbaik bagi Indonesia dan negara. Saya ajak jalankan tugas dan tanggung jawab. Perkokoh tali persatuan, saling bantu, saling gotong royong, dan optimis. Adapun kekurangan yang ada sama-sama kita perbaiki. Kita tunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat,” tutup Menhan.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wamemhan Letjen TNI M.Herindra, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, Rektor Unhan RI Laksdya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Rodon Pedrason, Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendra Yudha, Dirjen Renhan Kemhan Mayjen TNI Budi Prijono, Ditjen Kuathan Kemhan Marsda TNI Ponang Jawato, dan Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari. (si/yas)