Latihan Cartwheel 2022 Memperkuat Kapasitas AD AS Dan Mitra di Pasifik

BACA JUGA

IDM – Angkatan Darat AS melakukan latihan multilateral bersama Tentara Angkatan Darat dari Australia, Selandia Baru, Fiji, dan Inggris. Latihan Cartwheel 2022 bertujuan untuk membangun kesiapan ekspedisi tentara dan interoperabilitas dalam menghadapi krisis. Latihan ini diadakan selama sebelas hari hingga 23 September di wilayah Nadi, Fiji.

Dilansir dari Dvidshub.net, sebuah laman resmi media Kemhan AS, Minggu (18/9), Latihan Cartwheel memberikan pelatihan yang tangguh dan realistis, memperkuat kapasitas Angkatan Darat dan meningkatkan kerja sama keamanan untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Nama latihan ini berasal dari Operation Cartwheel, sebuah operasi militer skala besar bagi Sekutu di Pasifik selama Perang Dunia II. Dalam Operasi tersebut, pasukan dari AS, Selandia Baru, Australia, dan Fiji bergabung dengan negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya, bertempur berdampingan untuk menetralisir pangkalan Jepang di Rabaul, Papua Nugini.

Berbagai skenario pelatihan infanteri gabungan telah dilakukan para prajurit, seperti skenario bertempur di perkotaan, serta turun dan panjat tebing di wilayah perhutanan. Selain itu, mereka juga memperluas pengetahuannya dari tim medis, dan insinyur yang saling bertukar praktik terbaiknya di lapangan.

“Kami saling bekerja sama, membangun hubungan dan memahami satu sama lain dalam kesempatan ini,” ujar Kapten AD Australia Harrison Negrone, dilansir dari Army.mil, Sabtu (19/9). Ia dengan senang hati menunjukkan praktik terbaik yang telah mereka kembangkan sekaligus menghargai kerja keras para pasukan untuk belajar.

Latihan Cartwheel ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Pathway Pacific 2022 yang telah berlangsung selama tujuh bulan terakhir di enam negara kawasan Indo-Pasifik. Angkatan Darat A.S. di Pasifik (USARPAC) memperkenalkan latihan Pacific Pathways pada tahun 2014 untuk membantu memenuhi kebutuhan pelatihan angkatan darat A.S. dan negara-negara mitranya di Pasifik. Sejak saat itu, kehadiran AS dan pasukan militernya di Indo-Pasifik dianggap mampu menjaga stabilitas keamanan regional dari eksistensi kekuatan militer Cina. (BP)

EDISI TERBARU

sidebar

BERITA TERBARU

POPULER