Kini Manganang Resmi Berbalut Seragam Prajurit Laki-Laki

66
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyematkan nama dada kepada Serda Aprilio Perkasa Manganang seusai sidang penggantian jenis kelamin dan nama secara virtual yang berlangsung dari Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (19/3). Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara mengabulkan permohonan pergantian identitas Serda (K) Aprilia Santini Manganang menjadi Serda Aprilio Perkasa Manganang. Photo: Aslam Iqbal/IDM

Jakarta, IDM – Aprilia Manganang resmi menjadi seorang laki-laki dan berganti nama menjadi Aprilio Perkasa Manganang. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara mengabulkan pengajuan permohonan pergantian nama, jenis kelamin, dan sejumlah dokumen kependudukan yang berlangsung secara virtual, Jum’at (19/3).

“Menetapkan, satu mengabulkan pemohon untuk seluruhnya. Dua, menetapkan pemohon Aprilia Santini Manganang, berubah jenis kelamin dari semula berjenis kelamin perempuan menjadi laki-laki. Tiga, menetapkan pergantian nama pemohon yang semula bernama Aprilia Santini Manganang berubah menjadi nama Aprilio Manganang,” kata Ketua Hakim Ketua Pengadilan Negeri Tondono, Nova Loura Sasube.

Setelah mendengar putusan tersebut, Aprilio yang mengenakan seragam prajurit laki-laki tidak dapat menyembunyikan tangis harunya di depan awak media. “Mungkin pesan-pesannya untuk orang yang seperti saya tidak usah takut, kita berani saja, agar kita tahu kondisi kita dan kita harus jujur itu,” ujar Aprilio di Mabes TNI AD, Gambir Jakarta Pusat.

Pria 28 tahun ini membagikan pengalamannya tentang kelainan yang dideritanya saat ini. Dia berharap orang lain tidak merasakan apa yang dia rasakan. Karena Aprilio sempat menutup diri dan tidak berani mengungkapkan keadaan sesungguhnya ke semua orang lantaran kelainan yang dideritanya menimbulkan perspektif yang berbeda.

“Saya sendiri sudah cukup merasakan selama 28 tahun itu menutupi diri. Karena saya tidak berani menceritakan kondisi saya. Karena saat itu setiap orang pasti mendengarnya berbeda-beda dan setelah peristiwa ini, saya jadi berpikir bahwa kalian berhak untuk menunjukkan siapa diri kalian. Tidak usah khawatir, yang penting kita itu jujur dan berani. Itu yang terpenting,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa yang mendampingi Aprilio menuturkan ada sejumlah hal yang akan dijalani oleh Aprilio setelah berganti status menjadi laki-laki. “Pertama, yang diperlukan oleh Lanang (panggilan Aprilio Manganang) adalah corrective surgery kedua, yang dijadwalkan oleh tim dokter 4 sampai 6 bulan dari yang pertama. Yang pertama kemarin 1 Maret. Itu prioritas pertama. Tapi itu kan secara fisik,” ujar Andika.

Seperti yang diketahui bahwa nama tengah yang disandang pria kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara tersebut sama dengan nama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika yang juga memakai nama “Perkasa”.

Seperti diketahui, Serda Aprilio Perkasa Manganang awalnya mengidap hipospadia, yaitu kelainan pada alat kelamin. Akibatnya, dia disangka perempuan sejak lahir dan sempat pula menjadi atlet voli putri.

Dengan bantuan KSAD, pria ini kemudian diperiksa di RSPAD dan menjalani operasi korektif pertama pada Februari lalu. Dia juga mengajukan perubahan data administrasi kependudukan berupa nama dan jenis kelamin ke pengadilan yang sidangnya digelar hari ini. (ph/nhn)