Ketua DPR RI Jadi Warga Kehormatan STIN

54

Bogor, IDM – Ketua DPR RI Puan Maharani mendapat penganugerahan sebagai Warga Kehormatan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), di Plaza STIN, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9). Puan menyampaikan terima kasih atas penganugerahan tersebut dan pemberian brevet kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap personel BIN atas jasa-jasanya kepada Indonesia. Jasa-jasa yang mungkin tidak diketahui banyak orang, tapi berbahagialah karena jasa-saja saudara selama ini turut menjaga keutuhan NKRI, melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia,” katanya pula.

Dalam kesempatan yang sama, Puan juga meresmikan Patung Bung Karno yang digelar bersamaan dengan Inaugurasi Peningkatan Statuta STIN.

Puan mengatakan, sebagai bagian penting dari menanamkan rasa pengabdian kepada bangsa dan negara, maka masyarakat harus mengingat sejarah Indonesia dan semangat para pendiri bangsa.

“Saya mengajak para Taruna STIN dan segenap anggota BIN agar ketika melihat patung Bung Karno ini, maka mengingat pengabdian beliau kepada Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya

Puan menyampaikan, Bung Karno pernah menulis bahwa kebahagiaannya adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, dan kepada bangsa.

Menurut Bung Karno, kata Puan, tanpa jiwa pengabdian itu maka beliau bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian itu, maka Bung Karno merasa hidupnya bahagia dan membawa manfaat.

Peresmian patung Bung Karno di STIN dilakukan Puan bersama para tokoh lainnya, di antaranya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Peresmian patung tersebut ditandai dengan hitung mundur dan penekanan tombol pembuka kain berwarna merah yang menutup patung dengan tinggi sekitar empat meter itu.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyaksikan secara virtual acara peresmian Patung Bung Karno di STIN, didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (WAN/YAS)